BALIKPAPAN, Seputarkata.com – UPTD Puskesmas Klandasan Ilir melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) dan Praktek PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak) pada Sabtu, 22 November 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya puskesmas dalam meningkatkan kesehatan dan gizi bayi serta mendukung tumbuh kembang optimal sejak dini.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan bayi, meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, serta evaluasi status gizi.
Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi sejak dini bila terdapat masalah kesehatan atau pertumbuhan yang memerlukan tindak lanjut cepat.
Selain pemeriksaan, Puskesmas Klandasan Ilir juga mengadakan penyuluhan perawatan bayi.
Materi yang diberikan mencakup cara pemberian ASI eksklusif, perawatan tali pusat, hingga menjaga kebersihan bayi agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit infeksi.
Peserta tampak antusias menyimak penjelasan petugas kesehatan dan bertanya seputar pengalaman sehari-hari mereka dalam merawat bayi.
Kegiatan imunisasi juga menjadi bagian penting dari program ini, sebagai upaya melindungi bayi dari berbagai penyakit menular.
Sementara itu, program Kuat Ber-KB diberikan untuk memberikan edukasi kepada orang tua terkait perencanaan keluarga, menjaga jarak kelahiran, serta memastikan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
Tidak kalah menarik, kegiatan dilengkapi dengan praktek pembuatan MPASI (Makanan Pendamping ASI).
Ibu-ibu peserta diajarkan cara menyiapkan makanan bergizi yang sesuai usia anak, memadukan gizi seimbang, kebersihan, dan teknik pengolahan yang aman.
Praktek langsung ini membantu para orang tua memahami pentingnya nutrisi untuk pertumbuhan optimal anak.
Kepala UPTD Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Rusna Azizah Aziz, menegaskan bahwa kegiatan PKAT dan Praktek PMBA merupakan program yang dirancang untuk mendukung kesehatan anak dan pemberdayaan orang tua.
“Dengan pemeriksaan, edukasi, dan praktik langsung, diharapkan orang tua lebih siap menjaga kesehatan dan gizi bayi secara mandiri,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan anak, membentuk generasi sehat, dan mengurangi risiko gizi buruk di wilayah Balikpapan. (*/ADV/jan)














