BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Masih banyak masyarakat yang memahami puskesmas hanya sebagai tempat berobat ketika sakit. Padahal, fungsi utama puskesmas jauh lebih luas.
Hal ini kembali ditegaskan Kepala UPTD Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Rusna Azizah Aziz, yang menyampaikan bahwa puskesmas merupakan pusat kesehatan masyarakat dengan mandat besar untuk menjaga sekaligus meningkatkan derajat kesehatan warga di wilayahnya.
“Yang perlu masyarakat ketahui, puskesmas itu adalah pusat kesehatan masyarakat, bukan rumah sakit. Jadi puskesmas punya wilayah kerja,” jelas dr. Rusna, Senin 17 November 2025.
Dalam struktur pelayanan kesehatan, puskesmas tidak hanya menyediakan layanan kuratif bagi pasien, tetapi juga menjadi ujung tombak edukasi, pencegahan penyakit, dan pembinaan perilaku hidup sehat.
Menurutnya, pemahaman umum yang berkembang di masyarakat selama ini sering kali menempatkan puskesmas sebagai fasilitas berobat semata.
“Kan orang bilang berobat ke puskesmas, seolah-olah puskesmas itu tempat berobat. Padahal pusat kesehatan masyarakat. Artinya bukan orang sakit saja yang datang, malah lebih banyak yang sehat,” tambahnya.
Melalui mandat promotif dan preventif, puskesmas memiliki kewajiban melakukan pembinaan ke masyarakat, termasuk penyuluhan, pemeriksaan kesehatan rutin, skrining penyakit, promosi pola hidup sehat, serta berbagai kegiatan lapangan lainnya.
Kegiatan-kegiatan tersebut menyasar kelompok-kelompok strategis, mulai dari remaja, ibu hamil, lansia, hingga komunitas pekerja.
“Jadi kita promotif dan preventif sebenarnya. Seharusnya lebih banyak ke lapangan,” tegas dr. Rusna.
Namun, dinamika kebutuhan masyarakat yang datang berobat tetap menjadi bagian yang harus dilayani dengan baik.
Karena itu, tenaga kesehatan di Puskesmas Klandasan Ilir harus membagi waktu dan sumber daya untuk dua kebutuhan yang sama penting, melayani pasien dan melakukan pembinaan di wilayah kerja.
“Tapi seiring berjalannya waktu, kami berbagi waktu untuk yang berobat dan ke lapangan,” ujarnya.
Penyesuaian strategi ini menjadi tantangan tersendiri bagi puskesmas, terutama dalam memastikan bahwa fungsi pencegahan tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas pelayanan pengobatan.
Dengan terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat, dr. Rusna berharap pemahaman mengenai peran puskesmas bisa semakin luas.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya diukur dari seberapa banyak pasien yang datang berobat, tetapi dari seberapa sehat masyarakat di wilayah kerja tersebut.
Puskesmas Klandasan Ilir pun berkomitmen melanjutkan program lapangan secara konsisten, bekerja sama dengan RT, kelurahan, kader kesehatan, dan berbagai komunitas untuk memastikan layanan promotif dan preventif berjalan efektif serta memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. (*/ADV/jan)














