BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Deteksi stunting pada anak tidak bisa dilakukan sembarangan, karena diagnosis resmi harus ditentukan oleh spesialis anak.
Menurut Fransisca F. A. Sitorus, A.Md.Gz, nutrisionis di Puskesmas Damai, stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang diukur melalui tinggi dan berat badan anak.
“Kalau stunting itu kan kita tidak bisa langsung mendiagnosa, karena itu diagnosanya dari spesialis anak,” jelasnya diwawancarai, Kamis 13 November 2025.
Data stunting biasanya diperoleh dari pengukuran rutin tiap bulan. Namun, perubahan jumlah kasus bukan berarti kondisi anak membaik atau memburuk.
“Kalau bulan Agustus banyak yang diukur, kasus terlihat meningkat. Tapi bulan berikutnya, jika anak yang sebelumnya diukur tidak hadir, mereka tidak terdata di aplikasi PPGBM. Jadi, apakah kasus naik atau turun, tidak bisa ditentukan begitu saja,” terangnya.
Fransisca menegaskan bahwa stunting tidak bisa diatasi hanya dengan menaikkan berat badan.
“Ini berbeda dengan berat badan yang bisa ditingkatkan lebih cepat. Stunting adalah kekurangan gizi jangka panjang. Menaikkan tinggi badan tidak semudah menaikkan berat badan,” katanya.
Di Balikpapan, seluruh puskesmas bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk menangani anak berisiko stunting.
Anak-anak yang terindikasi berisiko berdasarkan data PPGBM akan dirujuk ke spesialis anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan ini bisa meliputi tes darah lengkap hingga rontgen, guna mengetahui apakah stunting disebabkan murni kekurangan gizi atau karena gangguan kesehatan lain, seperti infeksi tuberkulosis.
“Kalau ada risiko penyakit lain, akan rujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan dan pemberian penanganan medis khusus,” jelasnya.
Proses penanganan juga disesuaikan agar anak tidak merasa seperti pasien sakit biasa. Pemeriksaan dilakukan secara terpisah dan dokter siap di lokasi.
Setelah terdiagnosa, program medis khusus dari dinas kesehatan diberikan langsung melalui puskesmas setempat.
Faktor penyebab stunting sangat beragam, tidak hanya terkait gizi. Kebersihan, sanitasi rumah, hingga riwayat lahir rendah turut mempengaruhi risiko stunting.
“EPPGBM di wilayah Damai aman, tapi penyebab utama stunting bisa berbeda-beda dan banyak faktor yang harus diperhatikan,” pungkas Fransisca.
Dengan pemahaman ini, deteksi dan penanganan stunting menjadi langkah awal penting untuk memastikan pertumbuhan anak optimal, tidak hanya dari tinggi badan, tetapi juga kesehatan jangka panjang mereka. (*/ADV/jan)














