BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Di tengah gegap gempita peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, semangat perubahan dan kepedulian sosial kembali bersinar dari kalangan generasi muda Balikpapan.
Yayasan Sinar Kebaikan Bersama (SKEMA) berhasil mempertahankan gelar Juara 1 Kategori Komunitas Pemuda Berprestasi Kota Balikpapan Tahun 2025, sebuah capaian yang membuktikan konsistensi gerakan sosial yang mereka bangun sejak lima tahun terakhir.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dalam upacara di halaman Balai Kota, Selasa 28 Oktober 2025.
SKEMA dikenal luas karena kiprahnya dalam pendidikan alternatif, pemberdayaan masyarakat, serta aksi sosial dan lingkungan. Berdiri sejak tahun 2020, yayasan ini fokus membantu anak-anak putus sekolah di kawasan pinggiran Balikpapan, terutama di wilayah Balikpapan Timur dan Pantai Manggar.
“Kami rutin turun ke lapangan, mengajar anak-anak yang sempat berhenti sekolah. Kami berikan pelajaran dasar, motivasi, dan kegiatan pengembangan karakter supaya mereka semangat kembali belajar,” ujar Richris Orvanidis Parubang, Pembina Yayasan SKEMA.
Berawal dari komunitas kecil yang hanya bermodalkan niat dan buku bekas, kini SKEMA memiliki sekitar 30 relawan aktif. Mereka mengajar setiap akhir pekan, menggelar bakti sosial, dan menyalurkan donasi pendidikan hasil kolaborasi dengan donatur pribadi, CSR perusahaan, hingga dukungan dari pemerintah kota.
“Kami sudah dua tahun berturut-turut meraih juara 1. Artinya, apa yang kami lakukan tidak sia-sia. Terima kasih kepada Disporapar Balikpapan yang selalu memberi ruang dan dukungan kepada komunitas muda seperti kami,” tambahnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, SKEMA menjadi contoh nyata bahwa semangat kepemudaan bukan hanya tentang gagasan, tetapi juga tindakan nyata.
“SKEMA menunjukkan bagaimana anak muda bisa berkontribusi langsung kepada masyarakat. Ini bukti bahwa kreativitas dan kepedulian sosial dapat berjalan berdampingan,” ujar Ratih.
“Kami di Disporapar akan terus mendukung komunitas seperti SKEMA agar semakin berkembang dan memberi dampak lebih luas,” lanjutnya.
Ratih menambahkan, keberhasilan komunitas muda seperti SKEMA menjadi inspirasi bagi banyak generasi penerus di Balikpapan untuk turun langsung ke lapangan dan membangun kota melalui aksi nyata.
Tak ingin berhenti di penghargaan, SKEMA kini menyiapkan langkah besar berikutnya: membangun sekolah dan rumah singgah bagi anak-anak putus sekolah, serta memperluas jangkauan kegiatan sosialnya hingga tingkat provinsi.
“Kami ingin menjadi wadah bagi anak muda yang ingin berkarya dan berdampak. Harapannya, semakin banyak pemuda yang tergerak ikut turun tangan,” kata Orvanidis.
Dengan semangat gotong royong dan keyakinan bahwa setiap anak berhak mendapat kesempatan belajar, SKEMA terus menjadi simbol energi positif anak muda Balikpapan, yang tak hanya berbicara soal prestasi, tapi juga soal kepedulian dan keberlanjutan. (*/ADV/Disporapar Balikpapan/jan)














