BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Balikpapan tengah memfinalisasi rencana penerapan kabel bawah tanah di sejumlah titik strategis kota, sebagai bagian dari visi menjadikan Balikpapan Smart City.
Kajian akademik yang telah disusun akan menjadi dasar pelaksanaan proyek pada 2026 mendatang.
“Kabel bawah tanah adalah bagian penting dari cita-cita Balikpapan sebagai kota cerdas. Kota modern tidak lagi memiliki kabel semrawut yang melintang di udara. Harapannya, program ini bisa mulai dijalankan tahun depan,” ujar Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri, Rabu 8 Oktober 2025.
Tahap awal proyek akan dijalankan sebagai Pilot Project di dua ruas utama Kota Minyak, julukan Balikpapan, yaitu Jalan MT Haryono dan Jalan Jenderal Ahmad Yani.
Bila uji coba berjalan lancar, implementasi akan diperluas secara bertahap ke titik strategis lainnya, termasuk Jalan Jenderal Sudirman dan kawasan Balikpapan Grand City.
Selain mempercantik wajah kota, Yusri menekankan bahwa pemasangan kabel bawah tanah juga memperkuat infrastruktur digital, sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat.
Kabel yang tertanam di bawah tanah terlindungi dari risiko kerusakan akibat cuaca ekstrem, pohon tumbang, maupun kecelakaan kendaraan, sekaligus mencegah kontak fisik yang tidak disengaja dengan warga.
“Program ini juga berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setelah infrastrukturnya tertata rapi, kita bisa menyewakan fasilitas tersebut kepada provider telekomunikasi,” jelas Yusri.
Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kemampuan anggaran daerah.
Oleh karena itu, kajian akademik ini menjadi penting sebagai acuan dalam perencanaan dan penentuan prioritas lokasi agar investasi yang dilakukan tepat sasaran dan berdampak maksimal.
Dengan penerapan kabel bawah tanah, Balikpapan tidak hanya akan tampil lebih rapi dan modern, tetapi juga memiliki infrastruktur digital yang lebih aman, andal, dan mendukung berbagai layanan publik berbasis teknologi di masa depan. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



