BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Inflasi di Kota Balikpapan pada Desember 2024 tercatat sebesar 0,33% (mtm), membawa inflasi tahunan menjadi 1,11% (yoy), lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 1,57% (yoy).
Salah satu faktor yang berkontribusi pada penurunan inflasi adalah kebijakan penurunan tarif tiket pesawat udara selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengungkapkan bahwa penurunan tarif ini memberikan dampak positif dalam menahan laju inflasi, terutama pada komoditas angkutan udara yang sebelumnya sering menjadi penyumbang inflasi.
“Kebijakan ini menunjukkan sinergi antara kebijakan pemerintah dengan upaya pengendalian inflasi daerah,” ujar Robi dalam keterangan pers, Senin 6 Januari 2025.
Selain angkutan udara, beberapa komoditas lain juga mengalami deflasi, seperti sabun mandi cair dan emas perhiasan. Penurunan harga sabun mandi cair disebabkan oleh penurunan harga dari distributor, sementara emas perhiasan terdampak oleh penurunan harga emas global.
Namun, beberapa komoditas seperti tomat dan ikan layang mengalami kenaikan harga akibat gangguan pasokan yang dipengaruhi curah hujan tinggi. Kenaikan permintaan pada bayam dan kangkung juga mendorong inflasi pada kelompok bahan pangan.
Di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), inflasi tercatat lebih tinggi, mencapai 0,78% (mtm) pada Desember 2024. Secara tahunan, inflasi di PPU sebesar 1,25% (yoy), juga lebih rendah dari rata-rata nasional.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi di wilayah tersebut.
Robi menambahkan, tingkat keyakinan konsumen di Balikpapan masih menunjukkan optimisme, dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 143%.
“Optimisme ini didukung oleh daya beli masyarakat yang terjaga, seperti terlihat dari peningkatan transaksi QRIS di Balikpapan dan PPU,” jelasnya.
Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan bersama TPID akan memperkuat upaya pengendalian inflasi, termasuk melalui pelaksanaan operasi pasar, penguatan kerja sama antar daerah, dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga inflasi tetap dalam rentang target nasional sebesar 2,5% ± 1% pada tahun 2025. (*/jan)














