BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Ketersediaan Pertalite bersubsidi di Kota Balikpapan mendapat tambahan pasokan sebesar 1.250 kiloliter (KL).
Tambahan kuota ini diperjuangkan DPRD Balikpapan untuk menjaga ketersediaan BBM bersubsidi hingga akhir Desember 2026.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, mengatakan tambahan kuota tersebut menjadi respons atas kebutuhan Pertalite masyarakat yang cukup tinggi.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Balikpapan mengajukan kebutuhan sekitar 177 ribu KL.
Namun, dari jumlah tersebut, kuota yang terealisasi hanya sekitar 51 ribu KL. Kondisi itu kemudian mendorong DPRD untuk memperjuangkan tambahan pasokan.
“Kemarin kami memperjuangkan dapat tambahan 1.250 KL. Tentunya itu untuk sampai akhir Desember dan nanti bisa dievaluasi lagi,” kata Budiono, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, tambahan kuota diharapkan mampu menjaga pasokan Pertalite sekaligus membantu mengantisipasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
Selain penambahan kuota, DPRD juga mendorong penambahan titik penyalur Pertalite bersubsidi. Sebanyak lima SPBU disiapkan untuk mendukung distribusi BBM bersubsidi di Balikpapan.
Dua SPBU tambahan disebut telah beroperasi. Sementara tiga lainnya ditargetkan mulai melayani masyarakat paling lambat 17 September 2026.
Budiono berharap penambahan pasokan dan titik penyaluran tersebut dapat membuat distribusi Pertalite lebih optimal, sehingga masyarakat yang berhak memperoleh BBM bersubsidi tidak terlalu lama mengantre.
“Ini tentunya untuk mengantisipasi panjangnya antrean dan menjadi evaluasi, agar masyarakat yang berhak juga tidak perlu antre,” ujarnya.
DPRD Balikpapan juga mengusulkan tambahan kuota solar bersubsidi. Usulan tersebut akan dibahas melalui rapat teknis setelah Pemerintah Kota Balikpapan menyampaikan surat pengajuan.
Budiono menegaskan tambahan kuota harus dibarengi pengawasan agar BBM bersubsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.
Pengawasan, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, DPRD, BPH Migas, masyarakat hingga media.
“Ini tugas kita semua, termasuk media. Jadi BBM subsidi ini benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. (*/jan)














