BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Warga Balikpapan diminta bersiap menghadapi potensi gangguan pasokan air bersih dalam beberapa bulan ke depan.
Fenomena El Nino yang membuat debit sumber air terus menurun mendorong Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan skenario distribusi air menggunakan armada tangki.
Bukan tanpa alasan. PTMB menyebut tekanan terhadap sumber air baku kini semakin terasa. Penurunan debit bahkan terjadi di sejumlah sungai di Kalimantan Timur.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan kondisi tersebut membuat perusahaan harus menghitung ulang pemanfaatan sumber air agar pasokan yang tersedia bisa bertahan lebih lama.
“Semua sungai di Kalimantan Timur sudah mengalami penurunan debit air,” kata Yudhi, Kamis 3 September 2026.
Salah satu sumber yang terdampak adalah Waduk Manggar. PTMB kini hanya memanfaatkan sekitar 900 liter air per detik, turun dari kondisi sebelumnya yang mencapai 1.150 liter per detik.
Pengurangan juga dilakukan pada sumber air di Teritip yang pemanfaatannya diminta turun hingga 50 persen.
Langkah tersebut menjadi pilihan untuk menjaga sumber air tetap tersedia di tengah kondisi cuaca yang belum menunjukkan banyak perubahan.
Yudhi berharap hujan segera turun sehingga kondisi sumber air baku kembali membaik. Berdasarkan informasi yang diterima PTMB, fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober.
“Kita tahu bersama bahwa saat ini El Nino. Mudah-mudahan tidak sampai akhir tahun. BMKG menyampaikan sampai Oktober, mudah-mudahan sudah ada hujan,” ujarnya.
Jika tekanan terhadap sumber air terus meningkat, PTMB tidak ingin menunggu sampai gangguan pelayanan terjadi. Perusahaan bersama Pemerintah Kota Balikpapan mulai menyiapkan pola distribusi alternatif melalui terminal tangki air.
Sedikitnya tiga lokasi tengah dipetakan sebagai pusat distribusi. Kawasan Kampung Damai diproyeksikan menjadi titik pelayanan bagi masyarakat Balikpapan Timur dan Balikpapan Selatan. Kemudian kawasan Kilometer 12 akan mendukung distribusi ke Balikpapan Utara.
Sementara satu terminal lainnya disiapkan di wilayah Balikpapan Barat untuk menjangkau masyarakat di kawasan tersebut.
Penentuan lokasi itu masih akan dibahas bersama Sekretaris Daerah Kota Balikpapan. PTMB juga memastikan setiap sumber air yang nantinya digunakan untuk mengisi armada tangki harus memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Kita akan pastikan semua ketersediaan airnya dan juga memastikan aturan serta perundang-undangan untuk pemanfaatan sumber air bakunya,” jelas Yudhi.
Menurut Yudhi, keberadaan terminal tangki tersebut bukan berarti distribusi air melalui jaringan perpipaan akan dihentikan. Skema itu disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila suatu saat terjadi gangguan pasokan di wilayah tertentu.
Di balik ancaman kekeringan, PTMB melihat persoalan air Balikpapan memiliki tantangan yang lebih panjang. Pertumbuhan penduduk ikut mendorong kebutuhan air bersih, sementara kemampuan sumber air baku belum bertambah secara sebanding.
Ketika debit air turun, tekanan terhadap sistem penyediaan air pun semakin besar.
Karena itu, PTMB akan terus mengoptimalkan sumber air yang masih tersedia, termasuk sumur dan bendungan.
Namun, perusahaan juga membutuhkan dukungan masyarakat agar penggunaan air dilakukan secara bijak selama kondisi kering berlangsung. (*/jan)













