BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Kebakaran melanda permukiman padat di kawasan Gang Buntu, Jalan Sulawesi, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Rabu, 26 Agustus 2026 sore.
Tiga orang menjadi korban dalam kejadian tersebut, termasuk seorang anak berusia 4 tahun yang sempat terjebak di lantai dua rumah.
Api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 16.40 Wita. Kondisi permukiman yang rapat serta akses menuju lokasi yang relatif sempit membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan cepat dan hati-hati.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan sekitar 10 unit pemadam dari sektor dikerahkan ke lokasi. Penanganan juga mendapat dukungan dari PHM Pertamina, Brimob, Polda Kaltim, dan TNI Angkatan Laut.
“Karena kondisi rumah di Gang Buntu ini cukup padat, respons cepat langsung kita keluarkan. Kurang lebih ada 10 unit dari sektor, ditambah bantuan dari PHM Pertamina, Brimob, Polda, dan TNI Angkatan Laut,” kata Usman.
Tiga korban dalam kejadian tersebut mengalami luka bakar dan luka terbuka. Mereka selanjutnya mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Ibnu Sina.
Sementara seorang anak berusia 4 tahun mengalami luka yang lebih serius. Korban diketahui berada di lantai dua salah satu rumah yang terbakar dan sempat terjebak sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans relawan menuju Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Informasi sementara, korban terjebak di lantai dua. Satu rumah yang terbakar merupakan rumah korban. Anak tersebut kemudian berhasil dievakuasi,” ujar Usman.
Ia menyebut kondisi anak tersebut cukup parah. Namun, tingkat keparahan dan persentase luka bakar masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis.
“Bisa dikatakan cukup parah. Tadi dibawa oleh ambulans relawan ke Rumah Sakit Kanujoso. Mudah-mudahan kita doakan kondisinya baik,” katanya.
Berdasarkan informasi awal yang diterima BPBD, luka yang dialami korban diduga akibat paparan api dan uap panas. Tidak ada informasi awal yang menyebut korban mengalami luka karena tertimpa material bangunan.
Proses pemadaman juga diwarnai kendala berupa padatnya warga yang memenuhi sekitar lokasi kejadian. Gang yang sempit membuat mobil pemadam tidak dapat bergerak leluasa menuju titik api.
“Kesulitannya, banyak warga di lokasi sehingga petugas sedikit sulit melintas untuk melakukan pemadaman,” jelas Usman.
Lebih dari 15 unit kendaraan pemadam dan pendukung dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Unsur BPBD, TNI, Polri, serta PHM Pertamina turut terlibat dalam upaya pemadaman dan penanganan korban.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penanganan kepolisian. Polresta Balikpapan akan melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber dan penyebab munculnya api. (*/jan)













