BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Matahari pagi baru saja menyinari kawasan Bukit Batakan Permai 3, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, Senin pagi, 13 Juli 2026.
Di sebuah jalan yang masih berupa tanah, deretan orang tua terlihat menggenggam tangan anak-anak mereka.
Ada yang memanggul tas, ada pula yang sesekali membenarkan topi dan seragam sang buah hati.
Jalan menuju SDN 022 Balikpapan Timur memang belum sepenuhnya sempurna.
Sebagian masih berupa tanah dan akan licin saat hujan.
Namun, kondisi itu tak mengurangi semangat masyarakat untuk mengantar anak-anak mereka ke sekolah baru yang telah lama dinantikan.
Di ujung jalan ada tangga menurun. Di bawahnya berdiri sebuah bangunan dua lantai bercat putih.
Halamannya dipenuhi tawa dan wajah-wajah mungil yang bersiap memulai perjalanan baru sebagai pelajar.
Bagi warga sekitar, hari itu bukan sekadar hari pertama masuk sekolah. Hari itu menjadi penanda hadirnya akses pendidikan yang kini lebih dekat dari rumah mereka.
Ketua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SDN 022 Balikpapan Timur, Indriani Pertiwi, mengatakan antusiasme masyarakat melampaui perkiraan.
“Suasananya ramai sekali. Apalagi ini sekolah baru, jadi masyarakat sangat antusias,” ujarnya.
Tak hanya ibu, banyak ayah ikut mengantar anak-anak mereka. Momen itu sekaligus menjadi dukungan terhadap gerakan ayah mengantar anak sekolah yang digagas Pemerintah Kota Balikpapan.
“Alhamdulillah banyak sekali ayah yang mengantar anak-anaknya. Ini tentu menjadi hal yang sangat positif,” katanya.
Pada tahun ajaran perdana, SDN 022 Balikpapan Timur menerima 98 siswa baru. Proses belajar mengajar dimulai untuk kelas 1 dan kelas 2, masing-masing terdiri dari empat rombongan belajar.
Selama lima hari pertama, seluruh siswa mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah.
Mereka dikenalkan dengan guru, ruang kelas, tata tertib sekolah, hingga berbagai aktivitas kebersamaan agar lebih cepat beradaptasi.
Meski masih ada fasilitas yang belum sepenuhnya lengkap, seluruh ruang kelas sudah siap digunakan untuk kegiatan belajar.
Di antara para orang tua yang hadir, Sandi tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia mengaku meluangkan waktu untuk mengantar anaknya di hari pertama sekolah.
“Saya sangat senang dan antusias mengantar anak sekolah. Kehadiran SDN 022 ini membuat kami lebih mudah karena lokasinya dekat dengan rumah,” katanya.
Menurutnya, keberadaan sekolah baru tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan warga di kawasan Bukit Batakan Permai yang selama ini harus menempuh jarak lebih jauh untuk menyekolahkan anak.
Ia pun berharap SDN 022 terus berkembang dan menjadi sekolah kebanggaan masyarakat. Harapan juga diungkapkan agar akses yang masih berupa jalan tanah segera diperbaiki.
“Semoga SDN 022 ke depannya semakin ramai, semakin baik, dan bisa mencetak anak-anak yang berprestasi. Akses masuk juga harus bisa segera dicor, agar tidak membahayakan saat hujan,” harapnya.
Di balik bangunan baru itu tersimpan harapan besar warga. Bukan hanya tentang ruang kelas yang nyaman atau fasilitas yang memadai, tetapi juga tentang hadirnya kesempatan belajar yang lebih mudah dijangkau.
Pagi itu, setiap langkah kecil anak-anak menuruni tangga menuju sekolah seolah menjadi simbol perjalanan panjang menuju masa depan.
Dan bagi para orang tua, langkah tersebut adalah investasi paling berharga untuk mewujudkan mimpi anak-anak mereka. (*/jan)













