BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Praktik pencurian air melalui sambungan ilegal di sejumlah titik di Balikpapan Barat kembali menjadi sorotan DPRD Kota Balikpapan.
Persoalan tersebut dinilai tidak hanya menyebabkan kerugian bagi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), tetapi juga mengganggu hak masyarakat untuk memperoleh layanan air bersih yang optimal.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengatakan keberadaan sambungan ilegal telah lama menjadi perhatian karena berdampak terhadap berkurangnya debit air yang mengalir ke pelanggan resmi.
Menurutnya, salah satu titik rawan pencurian berada pada jaringan distribusi yang dipasang di bawah konstruksi jembatan sehingga mudah dijangkau oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ia menilai penataan ulang jaringan distribusi merupakan langkah yang harus segera diselesaikan untuk meminimalkan praktik pencurian air sekaligus meningkatkan keandalan pelayanan kepada masyarakat.
“Sudah bertahun-tahun saya mengupayakan supaya tidak ada pencurian. Solusinya memang pipa harus menggunakan besi dan dipasang di atas jembatan,” ujar Alwi, Kamis 9 Juli 2026.
Menurutnya, penggunaan pipa berbahan besi yang dipasang di atas jembatan akan membuat akses terhadap jaringan distribusi lebih sulit sehingga peluang terjadinya penyambungan ilegal dapat ditekan.
Selain itu, posisi pipa yang lebih mudah dipantau juga mempermudah proses pengawasan dan pemeliharaan oleh petugas PTMB.
Alwi mengapresiasi langkah PTMB yang saat ini tengah melaksanakan proyek penggantian jalur pipa di kawasan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pekerjaan telah berlangsung selama beberapa bulan dan ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.
“Alhamdulillah, sekarang sudah on progress. Informasinya akhir bulan ini selesai. Prosesnya sudah berjalan sekitar lima bulan,” katanya.
Selain persoalan sambungan ilegal, DPRD juga menyoroti meningkatnya kasus pencurian meter air milik pelanggan. Alwi mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan ikut menjaga fasilitas meter air yang terpasang di lingkungan rumah masing-masing.
Ia berharap warga segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak atau mengambil aset milik PTMB tersebut.
Sementara itu, Direktur Teknik PTMB, Kohiruddin, menjelaskan penggantian jaringan pipa merupakan bagian dari program peningkatan kualitas layanan air bersih.
Selain memperkecil peluang pencurian air, perubahan jalur distribusi juga diharapkan mampu menjaga tekanan air agar lebih stabil sehingga pasokan ke pelanggan dapat mengalir lebih merata.
“Harapannya debit air menjadi lebih stabil sehingga aliran kepada pelanggan bisa lebih merata,” jelasnya.
PTMB juga mengingatkan pelanggan agar tidak menggunakan pompa penyedot atau alkon secara berlebihan karena dapat menurunkan tekanan air pada jaringan distribusi.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pasokan bagi pelanggan lain, terutama yang berada di wilayah ujung jaringan.
Untuk pelanggan yang menjadi korban pencurian meter air, PTMB meminta agar segera membuat laporan ke kepolisian. Dokumen tersebut diperlukan sebagai persyaratan administrasi sebelum dilakukan pemeriksaan lapangan dan pemasangan meter air pengganti oleh petugas. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














