BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Setelah melihat hasil positif dari intervensi Sahabat Tanpa Rokok di salah satu SMA, Puskesmas Klandasan Ilir akan memperluas program edukasi antirokok ke seluruh sekolah di wilayah kerjanya.
Langkah ini juga sejalan dengan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi dasar pemetaan perilaku kesehatan remaja.
Dokter Internship Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Fahmi Rachmatullah, menyampaikan bahwa intervensi di sekolah terbukti memberikan dampak yang signifikan.
“Ada peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku. Karena itu kami ingin memperluas program ini agar semakin banyak remaja mendapatkan edukasi,” jelasnya, Sabtu 22 November 2025.
Melalui intervensi sebelumnya, tim puskesmas mendapati bahwa sebagian besar siswa mulai merokok karena pengaruh lingkungan, terutama teman sebaya.
Untuk itu, metode peer support kembali akan menjadi strategi utama dalam kegiatan berikutnya.
“Dukungan teman sebaya sangat efektif karena perilaku remaja sangat dipengaruhi lingkungannya,” kata dr. Fahmi.
Program edukasi nantinya akan mencakup penyuluhan, pembagian media informasi, diskusi terbuka, serta kuesioner untuk memantau perkembangan.
Baik rokok konvensional maupun rokok elektrik akan menjadi fokus utama mengingat tingginya penggunaan vape di kalangan pelajar.
Selain dampak sosial, ancaman kesehatan jangka panjang juga ditegaskan dalam setiap kegiatan.
Paparan asap rokok, baik aktif maupun pasif, berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan dan meningkatkan risiko PPOK ketika dewasa.
Sebagai pesan penutup, dr. Fahmi mengingatkan remaja Balikpapan untuk bijak memilih lingkungan.
“Kalau bisa jauhi teman yang membiasakan perilaku tidak sehat. Merokok mungkin terlihat keren, tapi dampaknya besar bagi diri sendiri dan orang lain. Berhenti merokok memang sulit, tapi bukan tidak mungkin, apalagi jika ada dukungan lingkungan,” ujarnya.
Dengan rencana perluasan intervensi ini, Puskesmas Klandasan Ilir berharap angka perokok remaja dapat ditekan sehingga risiko penyakit paru di masa depan bisa diminimalkan.
Program ini diharapkan menjadi langkah besar membentuk generasi muda yang lebih sehat. (*/ADV/jan)














