BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Hipertensi menjadi perhatian serius bagi Puskesmas Klandasan Ilir.
Kepala UPTD Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Rusna Azizah Aziz, mengingatkan masyarakat bahwa tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit paling berbahaya karena sering tidak menimbulkan gejala, namun dampaknya dapat fatal.
“Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut silent killer karena tidak ada gejalanya, tetapi dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal,” jelas dr. Rusna, Jumat 21 November 2025.
Kondisi ini kerap tidak disadari masyarakat, sehingga banyak yang datang berobat ketika komplikasi sudah terjadi dan risiko kesehatan meningkat.
Menurutnya, menjaga tekanan darah tetap stabil sebenarnya dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana, asalkan dilakukan secara disiplin.
Salah satu yang paling ditekankan adalah membatasi konsumsi garam. Asupan garam berlebih terbukti meningkatkan risiko hipertensi dan memicu kerja jantung menjadi lebih berat.
Rutinitas olahraga juga menjadi kunci penting. Aktivitas fisik teratur mampu membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, pengelolaan stres tidak boleh diabaikan.
“Stres yang tidak terkendali dapat meningkatkan tekanan darah secara signifikan. Mengelolanya adalah bagian dari menjaga kesehatan jantung,” tambahnya.
dr. Rusna juga menegaskan bahaya rokok dan alkohol yang menjadi pemicu utama kerusakan pembuluh darah dan penyakit kardiovaskular.
Menghindarinya merupakan langkah preventif yang sangat besar manfaatnya bagi tubuh.
Selain menerapkan pola hidup sehat, masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa tekanan darah, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti usia di atas 40 tahun, obesitas, kurang gerak, atau riwayat keluarga hipertensi.
“Rutin cek tekanan darah itu penting. Banyak pasien yang tidak menyadari dirinya hipertensi sampai terjadi komplikasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa mencegah selalu lebih mudah dan lebih murah dibandingkan mengobati. Dengan meningkatkan kesadaran, menjaga gaya hidup sehat, dan melakukan deteksi dini, masyarakat dapat mengurangi risiko komplikasi serius akibat hipertensi.
“Pencegahan itu kuncinya. Hipertensi bisa dikontrol, tapi hanya jika kita disiplin. Mencegah jauh lebih mudah daripada mengobati,” tegas dr. Rusna. (*/ADV/jan)














