BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Memasuki musim pancaroba, risiko penyakit diare pada anak meningkat.
Kepala UPTD Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Rusna Azizah Aziz, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama terkait kebersihan makanan dan lingkungan yang menjadi faktor utama penularan.
Diare, menurut dr. Rusna, merupakan kondisi ketika frekuensi buang air besar meningkat dan tekstur feses menjadi cair.
Penyakit ini kerap menyerang anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih dalam tahap berkembang.
“Sebagian besar diare pada anak disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri seperti rotavirus dan salmonella,” jelasnya, Jumat 21 November 2025.
Ia menambahkan, sanitasi yang buruk, air minum yang tidak bersih, serta konsumsi makanan yang terkontaminasi menjadi penyebab terbesar kasus diare.
Anak-anak juga lebih rentan karena sering menyentuh berbagai benda dan tanpa sengaja memasukkan tangan ke mulut.
Selain infeksi, diare juga dapat dipicu oleh intoleransi makanan, alergi, efek samping obat-obatan tertentu, gangguan pencernaan, hingga keracunan makanan.
Karena itu, dr. Rusna menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap makanan yang dikonsumsi anak.
Untuk penanganan awal di rumah, Puskesmas Klandasan Ilir memberikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.
Orang tua dianjurkan tidak memberikan minuman bersoda ataupun jus, karena kandungan gula tinggi dapat memperparah kondisi diare.
Sebagai gantinya, berikan larutan elektrolit-glukosa seperti oralit atau air kelapa untuk mencegah dehidrasi.
“Bila anak masih berusia di bawah enam bulan, pemberian ASI tetap menjadi pilihan terbaik,” terang dr. Rusna.
Ia juga merekomendasikan pemberian zinc untuk membantu pemulihan nutrisi dan menurunkan risiko diare berulang.
Jika terbukti disebabkan oleh infeksi bakteri, penggunaan antibiotik harus melalui rekomendasi dokter.
Puskesmas juga mendorong orang tua untuk melakukan vaksinasi rotavirus, sebagai salah satu langkah pencegahan yang terbukti efektif.
Meski beberapa kasus diare dapat sembuh dengan sendirinya, dr. Rusna menegaskan bahwa penyakit ini tidak boleh dianggap sepele.
Jika anak menunjukan gejala berat seperti muntah terus-menerus, lemas, sesak napas, kejang, atau hilang kesadaran, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat. (*/ADV/jan)














