BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Dalam pelayanan HIV, keselamatan tenaga kesehatan juga menjadi prioritas utama.
Kepala UPTD Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Rusna Azizah Aziz, menjelaskan bahwa puskesmas menerapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) secara ketat untuk melindungi petugas dan pasien.
“Contohnya, kami selalu menekankan cuci tangan secara benar dan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai prosedur,” ujar dr. Rusna, Rabu 19 November 2025.
Langkah ini penting karena tenaga kesehatan (nakes) berada pada posisi paling rentan terhadap penularan penyakit menular.
Dengan penerapan PPI yang konsisten, risiko infeksi dapat diminimalkan, sehingga layanan HIV dapat berjalan aman bagi pasien maupun petugas.
Selain itu, protokol ini juga mencakup prosedur standar dalam penanganan obat, sampel, serta interaksi langsung dengan pasien.
“Kami berupaya sedini mungkin mencegah penularan, bukan hanya bagi pasien, tetapi juga untuk keamanan staf kami,” tambahnya.
Langkah-langkah pencegahan ini menjadi bagian dari upaya Puskesmas Klandasan Ilir untuk menyediakan layanan HIV yang profesional, aman, dan terpercaya.
Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pasien dapat menerima perawatan dengan nyaman, sementara tenaga kesehatan terlindungi dari risiko infeksi.
Implementasi PPI di puskesmas juga menjadi contoh praktik keselamatan yang penting bagi fasilitas kesehatan, khususnya dalam menangani penyakit menular yang memerlukan kontak langsung dengan pasien.
“Dengan prosedur ini, kami berharap bisa memberikan layanan terbaik sekaligus menjaga keselamatan nakes, sehingga pelayanan HIV tetap optimal dan aman bagi semua pihak,” pungkas dr. Rusna. (*/ADV/jan)














