BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Upaya memastikan pasangan calon pengantin (catin) memulai kehidupan rumah tangga dalam kondisi sehat terus diperkuat oleh UPTD Puskesmas Klandasan Ilir.
Melalui kolaborasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Balikpapan Kota, puskesmas kini aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosialisasi kesehatan yang diperuntukkan bagi catin di wilayah kerja tersebut.
Kepala UPTD Puskesmas Klandasan Ilir, dr. Rusna Azizah Aziz, menjelaskan bahwa kerja sama ini telah berjalan intens sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan keluarga sejak sebelum pernikahan berlangsung.
Setiap kali KUA mengadakan pembinaan atau sosialisasi, tim puskesmas hadir untuk memberikan edukasi kesehatan komprehensif.
“Untuk calon pengantin, kami sudah bekerja sama dengan Kemenag dan KUA Balikpapan Kota. Setiap kali mereka ada kegiatan sosialisasi, puskesmas ikut serta menyampaikan materi kesehatan kepada para catin,” jelas dr. Rusna, Sabtu 15 November 2025.
Dalam kegiatan tersebut, puskesmas memberikan berbagai materi penting, mulai dari kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit menular, hingga edukasi mengenai penyakit tidak menular yang dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang pasangan dan calon anak di masa depan.
Salah satu fokus utama adalah program triple eliminasi, yakni upaya nasional untuk mengeliminasi penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari orang tua ke anak.
Program ini kini menjadi bagian wajib dalam pemeriksaan kesehatan catin.
“Pemeriksaan triple eliminasi saat ini menjadi kewajiban bagi calon pengantin. Ini penting untuk mencegah penularan tiga penyakit tersebut, terutama kepada bayi yang akan dilahirkan nanti,” ungkap dr. Rusna.
Melalui pemeriksaan ini, puskesmas dapat mendeteksi sejak dini risiko kesehatan yang mungkin memengaruhi kehamilan atau keturunan pasangan.
Jika ditemukan indikasi tertentu, puskesmas dapat melakukan pendampingan dan rujukan agar pasangan memperoleh penanganan medis yang tepat sebelum memasuki masa kehamilan.
Kolaborasi ini tidak hanya memastikan kesehatan catin, tetapi juga mendukung upaya pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang melalui intervensi kesehatan pranikah yang lebih terstruktur.
Dengan sinergi antara Puskesmas Klandasan Ilir dan KUA Balikpapan Kota, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sebagai langkah awal membangun keluarga yang sehat, kuat, dan bebas dari risiko penyakit menular. (*/ADV/jan)














