BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Memasuki penghujung tahun anggaran 2025, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, menegaskan pentingnya percepatan realisasi pembangunan daerah.
Ia menyoroti bahwa sejumlah pekerjaan masih terkendala pada sistem yang terkait dengan Kementerian Dalam Negeri, namun hal itu tidak boleh menghambat penyelesaian proyek yang telah direncanakan.
“Karena ada salah satu sistem yang memang nyangkut di Mendagri, kita tetap mendorong semua OPD untuk melaksanakan proyek dengan maksimal sebelum tanggal 20 Desember 2025. Minimal proyek yang bersifat jangka pendek harus selesai agar permasalahan masyarakat terakomodir,” kata Yono, Minggu malam, 16 November 2025.
Ia menekankan bahwa percepatan bukan hanya soal administrasi, tetapi juga merupakan upaya menghindari terjadinya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang kerap menjadi sorotan pemerintah pusat.
Menurutnya, setiap rupiah anggaran harus dimanfaatkan untuk kepentingan publik dan tidak boleh dibiarkan mengendap.
“Jangan sampai terjadi silpa. Ini menjadi catatan penting karena pemerintah pusat selalu mengingatkan agar tidak ada penumpukan anggaran,” ujarnya.
Selain mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Yono juga mengajak masyarakat untuk mengambil peran dalam pengawasan.
Menurutnya, masyarakat adalah bagian penting dari mekanisme check and balance terhadap program pembangunan kota.
“Kita selalu mengepus, khususnya masyarakat juga menjadi suatu check and balance. Artinya, ikut memonitoring proyek-proyek yang sudah menjadi rencana pembangunan Kota Balikpapan,” katanya.
Yono menjelaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan koordinasi bersama OPD, terutama di Balikpapan Selatan yang menjadi salah satu wilayah dengan banyak kegiatan infrastruktur. Ia memastikan seluruh pekerjaan yang berjalan harus dikebut agar selesai tepat waktu.
“Setiap pekerjaan yang ada di Kota Balikpapan, khususnya Balikpapan Selatan, selalu kita dorong agar cepat diselesaikan di bulan Desember ini. Jangan sampai tidak jalan sampai uang tidak terpakai,” tegasnya.
DPRD bersama pemerintah kota dijadwalkan bertemu OPD dalam dua hari ke depan, baik melalui Focus Group Discussion (FGD) maupun evaluasi anggaran.
Pertemuan ini akan menjadi forum untuk memastikan seluruh catatan tersampaikan dan progres pembangunan dapat dipantau secara komprehensif.
“Waktu kita tinggal sedikit. Yang penting anggaran dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran,” tutup Yono. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














