BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Masih dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, UPTD Puskesmas Damai menggencarkan edukasi kesehatan melalui sebuah seminar bertema “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat Kerja”.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 14 November 2025, ini digelar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Balikpapan, kawasan Stal Kuda.
Seminar dipandu oleh dr. Shareen Nabilla Indania, dokter internship Puskesmas Damai yang turut menggerakkan kampanye peningkatan kualitas kesehatan di lingkungan kerja.
Menurut dr. Shareen, seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HKN yang fokus pada peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sehari-hari.
“Hari ini kami memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih di tempat kerja. Ini masih menjadi rangkaian dari Peringatan Hari Kesehatan Nasional,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa PHBS menjadi fondasi penting dalam membangun pola kerja yang aman, nyaman, dan produktif.
Dalam pemaparannya, dr. Shareen menekankan empat alasan utama mengapa PHBS perlu diterapkan secara konsisten di kantor.
Pertama, kebiasaan hidup bersih mampu meningkatkan budaya kerja sehat sehingga lingkungan tetap terjaga.
Kedua, penerapan PHBS membangun kepedulian bersama untuk menciptakan tempat kerja yang saling melindungi.
Ketiga, PHBS berperan penting dalam mencegah penularan penyakit infeksi yang kerap menyebar cepat di ruangan tertutup.
Keempat, kebiasaan ini juga terbukti mampu meningkatkan produktivitas serta semangat kerja pegawai karena tubuh yang sehat berdampak langsung pada kualitas kinerja.
Selain itu, dr. Shareen juga menjelaskan beberapa langkah sederhana namun efektif yang bisa dilakukan pegawai untuk mencegah penularan penyakit di kantor.
Ia menyoroti pentingnya menjaga sirkulasi udara, terutama pada ruang kerja yang penuh aktivitas. Membuka jendela atau memastikan ventilasi berfungsi baik dapat mengurangi potensi penyebaran virus di udara.
Kebersihan area kerja juga menjadi poin penting, mulai dari meja, gagang pintu, hingga peralatan yang sering disentuh.
Dalam konteks penyebaran penyakit pernapasan, dr. Shareen mengingatkan pentingnya etika batuk dan bersin.
“Tutup mulut dan hidung menggunakan siku bagian dalam, bukan tangan. Jika sedang batuk atau pilek, gunakan masker untuk mencegah droplet menyebar,” tegasnya.
Ia juga menambahkan agar tisu bekas digunakan langsung dibuang ke tempat sampah tertutup agar tidak menjadi sumber penularan.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Damai berharap semakin banyak instansi menerapkan budaya kerja sehat dan bersih.
Edukasi semacam ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan mendukung kesehatan bersama. (*/ADV/jan)














