BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas Damai terus diperkuat melalui koordinasi dan pendampingan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan DKK Balikpapan, Jumat 7 November 2025.
Kegiatan ini bertujuan memastikan alur pelayanan, meningkatkan kualitas tenaga kesehatan, serta meminimalkan kendala yang muncul dalam penanganan pasien.
dr. Auliansyah Aldisela J.S, dokter umum di Puskesmas Damai, menjelaskan bahwa pendampingan dari provinsi dan kota meliputi evaluasi alur pelayanan, masukan terkait kendala operasional, hingga rekomendasi perbaikan.
“Jika ada kekurangan dalam pelayanan kesehatan jiwa, tim Dinkes Provinsi dan kota memberikan tambahan atau pendampingan. Mereka juga menanyakan kendala yang kami temui serta hal-hal yang perlu diperbaiki,” ujar dr. Auliansyah.
Menurutnya, pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas Damai sudah berjalan baik dengan beberapa tahap. Pertama adalah screening untuk mendeteksi indikasi gangguan jiwa pada masyarakat.
Bagi pasien yang terdiagnosis, Puskesmas memberikan tata laksana, termasuk rujukan ke dokter spesialis kesehatan jiwa (SPKJ) jika diperlukan.
Selain itu, petugas melakukan kunjungan rumah untuk memantau kepatuhan pasien terhadap pengobatan serta memastikan mereka kembali beraktivitas normal.
Respons masyarakat terhadap layanan ini beragam. Beberapa warga awalnya tidak mengetahui adanya pelayanan kesehatan jiwa, ada yang ragu-ragu, dan sebagian lainnya datang dengan keinginan jelas untuk berobat.
Puskesmas Damai memberikan edukasi menyeluruh, menjelaskan bahwa penanganan kesehatan jiwa tidak selalu melalui obat, tetapi juga melalui manajemen emosi, perubahan gaya hidup, dan dukungan keluarga.
dr. Auliansyah menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan.
“Jika ada keluhan fisik berulang seperti nyeri perut, pusing, atau pegal-pegal yang tidak sembuh, jangan ragu datang ke Puskesmas. Bisa jadi ini terkait kondisi psikologis, dan kami akan melakukan screening untuk tindak lanjut,” jelasnya.
Koordinasi dengan provinsi dan kota juga menjadi ajang evaluasi kapasitas tenaga kesehatan.
“Dari pertemuan ini, akan ada tindak lanjut berupa pendampingan dokter dan perawat, penyusunan alur layanan yang lebih efisien, dan peningkatan kemampuan tim,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah ini, Puskesmas Damai berupaya menghadirkan layanan kesehatan jiwa yang profesional, terstruktur, dan mudah diakses oleh masyarakat, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan mental warga Balikpapan. (*/ADV/jan)



