BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menegaskan pentingnya penerangan jalan umum (PJU) sebagai bagian dari infrastruktur wajib di setiap pembangunan jalan baru.
Menurutnya, penerangan bukan hanya soal estetika kota, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan dan kenyamanan warga yang melintas pada malam hari.
“Sudah saatnya setiap jalan baru dilengkapi dengan PJU. Ini bukan sekadar memperindah kota, tapi demi keamanan masyarakat. Rencananya, hal ini akan kami koordinasikan langsung dengan Dinas Perhubungan,” ujar Yusri, Rabu 22 Oktober 2025.
Ia menilai, sejumlah jalan baru di Balikpapan kini memang tampak rapi dan mulus, namun masih gelap gulita di malam hari karena belum tersentuh pemasangan lampu penerangan. Kondisi tersebut rawan menimbulkan kecelakaan dan mengganggu aktivitas warga.
“Percuma jalannya bagus kalau masih gelap. Kalau diterangi lampu, selain lebih aman juga jadi terlihat cantik dan hidup,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat, Yusri menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti aspirasi warga yang meminta penambahan penerangan di lingkungannya. Ia menyebut bahwa Komisi III akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menindaklanjuti laporan warga.
“Kalau ada permintaan dari masyarakat, tentu akan kami teruskan. Apalagi untuk jalan utama yang lebarnya sampai delapan meter, penerangan itu wajib,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengaitkan langkah ini dengan program “Balikpapan Terang” yang menjadi salah satu visi utama Pemerintah Kota Balikpapan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rahmad Mas’ud.
Melalui program tersebut, ditargetkan pemasangan lebih dari dua ribu titik PJU di berbagai kawasan, termasuk jalan lingkungan dan area pemakaman.
“Beberapa titik seperti di Bukit Cinta sudah mulai diterangi, tapi belum merata. Masih banyak jalan baru yang gelap, dan itu yang sedang kita dorong agar segera dipasangi lampu,” jelasnya.
Yusri memastikan bahwa Dinas Perhubungan telah menindaklanjuti usulan tersebut dengan melakukan perhitungan kebutuhan lampu di lokasi-lokasi prioritas.
Ia berharap realisasi program penerangan ini segera dilakukan agar masyarakat dapat menikmati manfaatnya secara langsung.
“Kami ingin setiap warga merasa aman saat melintas malam hari. Balikpapan harus terang, bukan hanya di pusat kota, tapi juga sampai ke pelosok,” pungkasnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



