BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendorong pemerintah kota untuk lebih kreatif dalam menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, Danang Eko Susanto, menilai sektor jasa, khususnya restoran, kafe, dan tempat hiburan malam, masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.
Menurut Danang, ketergantungan pada dana transfer pusat sudah seharusnya dikurangi dengan memperkuat basis penerimaan lokal.
“Balikpapan punya potensi ekonomi yang besar, terutama dari sektor kuliner dan hiburan. Kalau dikelola dengan baik, PAD kita bisa tumbuh tanpa harus menunggu bantuan dari pusat,” ujarnya, Senin 20 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah perlu memperkuat pengawasan terhadap pemungutan pajak daerah, sekaligus menyesuaikan regulasi dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD).
Aturan tersebut memberi keleluasaan bagi daerah untuk mengoptimalkan potensi fiskalnya.
“Daerah diberi ruang untuk lebih mandiri, tinggal bagaimana kesiapan Pemkot menindaklanjutinya dengan aturan turunan dan sistem pengawasan yang transparan,” kata Danang.
Politisi Partai Gerindra ini menilai, peningkatan PAD tidak hanya sebatas menaikkan pajak, melainkan juga menata sistem agar pemungutan lebih efisien dan adil.
“Jangan fokus menaikkan tarif, tapi perkuat mekanisme pengawasan agar semua potensi pendapatan bisa terpantau. Kita butuh sistem yang akurat, bukan yang membebani pelaku usaha,” tegasnya.
Selain sektor restoran dan hiburan, Danang juga menyoroti perlunya inovasi di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menilai, setiap OPD harus mampu menggali potensi di bidangnya masing-masing, termasuk pariwisata, ekonomi kreatif, hingga kegiatan berbasis komunitas.
“OPD jangan hanya mengandalkan sumber yang sudah ada. Banyak peluang yang bisa digarap asal berani berinovasi,” ujarnya.
Balikpapan, lanjutnya, memiliki identitas sebagai kota jasa dan kota event yang seharusnya bisa menjadi magnet investasi serta pendapatan daerah.
“Kegiatan pariwisata dan hiburan itu bukan sekadar ekonomi malam, tapi bagian dari perputaran ekonomi kota. Kalau dikelola profesional, efeknya bisa besar untuk PAD,” ungkapnya.
Danang berharap pemerintah dan DPRD bisa bekerja seirama dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“Kalau pendapatan meningkat, pembangunan akan lebih cepat dan stabil. Tujuan akhirnya jelas, Balikpapan mandiri, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



