BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Ketersediaan air bersih kembali mencuat sebagai persoalan utama dalam Dialog Warga yang digelar oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, di RT 37 Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Minggu 19 Oktober 2025.
Dalam forum tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait belum tersambungnya jaringan pipa PDAM ke wilayah mereka, meski pipa induk sudah melintas di sekitar area tersebut.
Sejumlah warga mengaku masih harus membeli air tandon untuk kebutuhan sehari-hari dengan biaya yang cukup tinggi.
“Harga satu tandon air sekitar Rp80 ribu, dan itu hanya cukup untuk empat hari. Kalau dikalkulasi, pengeluaran untuk air saja bisa ratusan ribu per bulan,” ungkap salah satu warga yang hadir dalam dialog.
Menanggapi keluhan itu, Gasali meminta agar warga segera mengajukan permohonan sambungan air secara resmi melalui ketua RT.
Ia menjelaskan, jalur pipa induk sebenarnya sudah tersedia, namun belum ada jaringan distribusi yang menyalurkan air ke rumah-rumah warga.
“Kalau permohonan diajukan secara kolektif, PDAM bisa langsung menghitung kebutuhan sambungan dan memprosesnya lebih cepat,” jelasnya.
Gasali juga memastikan, DPRD akan mengawal aspirasi tersebut agar masuk dalam prioritas program kerja PDAM tahun mendatang.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah.
“Kami akan dorong agar wilayah Balikpapan Timur mendapat perhatian lebih, karena masih banyak warga di sini yang belum terlayani jaringan air bersih,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengajuan secara bersama-sama bukan hanya mempercepat proses, tetapi juga menunjukkan keseriusan warga dalam memperjuangkan hak mereka atas akses air bersih.
“Kalau usulan datang dari masyarakat langsung dan tercatat resmi, kami punya dasar kuat untuk memperjuangkannya,” ujarnya.
Gasali mengaku memahami betul kondisi warga karena dirinya pun masih mengandalkan sumur bor untuk kebutuhan sehari-hari.
“Saya tahu rasanya ketika harus hemat air. Karena itu, saya pastikan persoalan ini akan kami kawal sampai tuntas,” katanya.
Ia menegaskan, DPRD melalui Komisi IV akan terus berkoordinasi dengan PDAM dan instansi terkait untuk memastikan pemerataan akses air bersih di seluruh Balikpapan.
“Air bersih bukan kemewahan, tapi hak dasar setiap warga. Kami akan berjuang agar warga tak lagi bergantung pada air tandon,” tutupnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



