BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Pemerintah Kota Balikpapan melangkah maju dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dengan menghadirkan Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan.
Program ini menjadi strategi nyata untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga tingkat komunitas.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, menyebut inisiatif ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dan Kementerian Koperasi dan UKM.
“Koperasi Merah Putih ini bukan hanya instruksi pusat, tapi peluang untuk membangun kekuatan ekonomi lokal dari bawah. Ini fondasi penguatan ekonomi rakyat yang berkelanjutan,” ujar Heruressandy saat penyerahan simbolis akta legalitas koperasi, Jumat 1 Agustus 2025.
Legalitas seluruh koperasi diserahkan oleh Wakil Wali Kota Balikpapan Budisusetyo, menandai kesiapan operasional di setiap kelurahan.
Pemkot menyiapkan roadmap pendampingan selama enam bulan yang mencakup pelatihan manajemen, penyuluhan keuangan, hingga evaluasi akhir tahun.
“Kami ingin koperasi berfungsi aktif, bukan sekadar administratif,” tegas Heruressandy.
Untuk memperkuat modal, Pemkot bekerja sama dengan bank-bank Himbara dan membuka peluang kemitraan dengan platform pembiayaan digital. Skema ini menyasar UMKM termasuk sektor yang belum terjangkau layanan perbankan formal.
Koperasi Merah Putih akan berfungsi sebagai sentra ekonomi kelurahan: lembaga simpan pinjam, pusat distribusi bahan pokok, wadah produksi, hingga kanal pemasaran produk lokal.
Unit usaha disesuaikan dengan potensi wilayah, di daerah pesisir misalnya, difokuskan pada olahan hasil laut, sedangkan di kawasan padat penduduk diarahkan ke jasa logistik dan digital.
Antusiasme warga cukup tinggi. Siti Maryam, pelaku usaha makanan ringan di Telaga Sari, menilai koperasi bisa menjadi solusi permodalan.
“Kalau koperasi ini jalan dan transparan, pasti banyak yang terbantu,” ujarnya.
Ketua RT 12 Gunung Sari Ilir, Hasanuddin, juga mendukung penuh. “Yang penting aktif dan ada laporan terbuka. Jangan sampai hanya nama,” pesannya.
Program ini menjadi bagian strategi nasional membangun ekonomi inklusif berbasis komunitas. Pemkot Balikpapan optimistis Koperasi Merah Putih akan menjadi penggerak ekonomi kelurahan sekaligus penguat ketahanan sosial-ekonomi kota. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)



