BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) terus menggalakkan kampanye pencegahan stunting dengan strategi praktis bertajuk “Cegah Stunting dengan ABCDE”.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mempercepat penurunan angka stunting dan mendukung program nasional Germas serta gerakan “BerAKHLAK”.

ABCDE merupakan akronim dari lima langkah penting yang bisa diterapkan sejak usia remaja hingga balita untuk memastikan anak tumbuh optimal dan bebas stunting :
A – Aktif Minum Tablet Tambah Darah Remaja putri dianjurkan minum satu tablet tambah darah setiap minggu, sedangkan ibu hamil wajib mengonsumsinya setiap hari selama masa kehamilan dengan target minimal 90 tablet.
B – Bumil Teratur Periksa Kehamilan Minimal 6 Kali Pemeriksaan kehamilan dianjurkan dilakukan minimal enam kali, dengan dua di antaranya menggunakan fasilitas USG oleh tenaga kesehatan profesional.
C – Cukupi Konsumsi Protein Hewani
Bayi usia di atas enam bulan memerlukan asupan protein hewani harian seperti telur, ikan, atau daging untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak.
D – Datang ke Posyandu Setiap Bulan
Posyandu menjadi titik sentral layanan pemantauan tumbuh kembang anak, termasuk penimbangan, pengukuran tinggi badan, imunisasi, dan edukasi gizi.
E – Eksklusif ASI 6 Bulan
ASI eksklusif selama enam bulan pertama wajib diberikan, dan tetap dilanjutkan hingga usia dua tahun sebagai bagian dari pemenuhan gizi dasar.
Melalui pendekatan ini, Dinas Kesehatan Balikpapan berharap masyarakat memiliki panduan sederhana namun berdampak besar dalam mencegah stunting sejak dini.
“ABCDE bukan hanya slogan, tapi langkah konkret yang bisa dilakukan keluarga untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati pada Rabu 4 Juni 2025.
Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut dan pendampingan melalui kanal resmi Dinas Kesehatan Balikpapan atau layanan hotline yang telah disediakan.
Kampanye ini juga menjadi bagian dari perubahan pendekatan layanan publik yang lebih proaktif, terintegrasi, dan mengedepankan kesehatan preventif, sejalan dengan visi Balikpapan sebagai kota sehat dan inklusif. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)



