BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menunjukkan keseriusannya dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, termasuk bagi siswa yang menempuh pendidikan di sekolah swasta.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Pemkot menghadirkan program subsidi SPP bagi siswa SD dan SMP swasta sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menyatakan bahwa subsidi ini tidak diberikan langsung ke orang tua, melainkan disalurkan langsung ke sekolah. Meski begitu, keterlibatan orang tua tetap menjadi bagian penting dalam proses administratif.
“Subsidi ini bertujuan meringankan beban keluarga. Misalnya, jika SPP per semester Rp200 ribu, dan subsidi dari Pemkot Rp150 ribu, maka orang tua hanya membayar Rp50 ribu. Ini sangat membantu, terutama di masa pemulihan ekonomi,” ujar Irfan, Jumat 9 Mei 2025.
Agar penyaluran dana berjalan transparan dan tepat sasaran, Pemkot kini tengah mengembangkan sistem berbasis teknologi, termasuk penggunaan kartu siswa khusus. Kartu ini nantinya hanya bisa digunakan untuk transaksi pendidikan di sekolah, termasuk pembayaran SPP.
“Kartu ini bukan alat transaksi umum. Fungsinya dibatasi untuk kebutuhan pendidikan. Kami ingin menciptakan ekosistem keuangan pendidikan yang modern dan terkontrol,” tambah Irfan.
Namun demikian, tantangan tetap ada. Salah satunya, kurangnya informasi yang diterima orang tua terkait keberadaan subsidi. Irfan mengimbau agar para orang tua lebih aktif berkomunikasi dengan pihak sekolah dan tidak ragu bertanya soal hak mereka.
“Beberapa orang tua masih membayar penuh karena tidak tahu bahwa sekolah anaknya mendapat subsidi. Padahal, secara aturan, mereka seharusnya hanya membayar selisihnya. Jadi kami minta pihak sekolah juga terbuka menyampaikan informasi,” tegasnya.
Program subsidi ini bukan sekadar bantuan finansial. Ia mencerminkan prinsip keadilan dalam dunia pendidikan: bahwa setiap anak berhak mendapat dukungan, tanpa memandang status sekolahnya negeri atau swasta.
Dengan subsidi ini, Pemkot berharap seluruh siswa di Balikpapan bisa belajar dengan tenang, tanpa dibebani kekhawatiran soal biaya. Di saat yang sama, sistem administrasi sekolah juga menjadi lebih rapi, transparan, dan berbasis teknologi.
Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pendidikan yang terus meningkat, langkah ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah bisa hadir secara konkret bagi warganya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)














