BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, permintaan akan hewan kurban di Kota Balikpapan kembali menunjukkan tren peningkatan.
Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan mencatat kebutuhan sapi kurban tahun ini diperkirakan menembus angka 3.000 ekor.
Namun, pasokan dari peternak lokal diperkirakan hanya mampu mencukupi sekitar setengah dari total kebutuhan tersebut.
“Melihat tren tahun lalu, jumlah sapi kurban yang dipotong mencapai sekitar 3.200 ekor. Tahun ini kami prediksi angkanya tidak jauh berbeda,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Peternakan DP3 Balikpapan, Mohamad Bisri, pada Selasa 6 Mei 2025.

Dari perkiraan total tersebut, sekitar 1.600 ekor sapi berasal dari peternakan lokal. Sisanya harus didatangkan dari luar daerah oleh pedagang musiman. Beberapa daerah pengirim sapi ke Balikpapan di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara.
Tak hanya sapi, kebutuhan kambing kurban juga mengalami peningkatan. Tahun ini, diperkirakan dibutuhkan lebih dari 1.000 ekor kambing.
Namun lagi-lagi, peternak lokal hanya mampu menyediakan sekitar 500 ekor, sisanya juga dipenuhi oleh pasokan dari luar.
Untuk memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban, DP3 telah menyiapkan mekanisme pemeriksaan secara ketat.
Setiap pedagang yang hendak menjual hewan kurban diwajibkan mengurus izin terlebih dahulu ke kelurahan setempat. Setelah izin dikeluarkan, barulah tim DP3 melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan yang dijual.
“Hewan yang sudah kami periksa dan dinyatakan sehat akan diberi stiker khusus sebagai tanda layak jual,” jelas Bisri.
Meski hingga awal Mei aktivitas penjualan hewan kurban belum terlihat ramai, DP3 tetap aktif menyosialisasikan pentingnya mengikuti prosedur perizinan dan pemeriksaan sejak dini. Biasanya, lonjakan aktivitas penjualan terjadi sepekan menjelang Idul Adha.
“Untuk itu kami mulai turun ke lapangan lebih awal, agar para penjual memahami pentingnya tertib administrasi dan kesehatan hewan,” pungkas Bisri.
Upaya ini menjadi langkah preventif Pemkot Balikpapan dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memastikan hewan kurban yang dikonsumsi benar-benar aman. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)



