PENAJAM, Seputarkata.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah bersiap menghadapi tantangan serius, krisis kekurangan tenaga guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, mengungkapkan bahwa sebanyak 130 guru ASN diperkirakan akan pensiun dalam dua tahun ke depan.
“Pada 2025 ini ada sekitar 50 guru pensiun, dan tahun depan menyusul 80 lagi. Ini menjadi persoalan yang harus segera dicarikan solusi,” ujar Andi Singkerru diwawancarai usai upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Jumat 2 Mei 2025.
Ia berharap momentum Hardiknas bisa menjadi pintu masuk bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menerbitkan kebijakan yang berpihak pada daerah-daerah yang tengah kekurangan guru.
Menurutnya, keterbatasan formasi dalam setiap penerimaan Calon ASN (CASN) dan kemampuan keuangan daerah yang belum mencukupi menjadi kendala utama dalam menutup kebutuhan guru, terutama di tingkat dasar dan menengah.
“Persoalan ini sudah kami sampaikan dalam forum konsolidasi nasional sebelumnya. Kini saatnya pemerintah pusat hadir dengan langkah konkret untuk membantu daerah,” tegasnya.
Andi juga menyoroti bahwa tantangan pendidikan di era teknologi bukan hanya soal adaptasi kurikulum, tetapi juga terkait jumlah guru yang tak sebanding dengan kebutuhan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten PPU terus berupaya memenuhi sarana dan prasarana pendidikan, seperti pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) dan pengadaan mebeler.
“RKB masih menjadi fokus karena jumlah penduduk PPU terus bertambah. Kami berusaha mengimbanginya setiap tahun meskipun dengan keterbatasan anggaran,” pungkasnya. (*/ADV/Diskominfo PPU/jan)



