BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Pantai Segara Sari Manggar atau Pantai Manggar Balikpapan mencatatkan lonjakan pendapatan selama masa libur Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah.
Dalam kurun 28 Maret hingga 7 April 2025, destinasi wisata andalan Kota Balikpapan ini berhasil meraup retribusi sebesar Rp 794.403.000, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 594 juta.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh durasi libur yang lebih panjang, yakni 11 hari, termasuk libur Nyepi yang jatuh pada akhir Maret.
“Tahun lalu hanya enam hari, sekarang total liburnya sebelas hari. Ini tentu berpengaruh terhadap jumlah pengunjung,” ujarnya pada Rabu, 9 April 2025.
Data Disparpora mencatat total 40.720 wisatawan mengunjungi Pantai Manggar selama periode tersebut.
Arus kunjungan mulai meningkat sejak hari pertama Idulfitri (31 Maret) dengan 1.292 orang, dan melonjak pada H+1 (1 April) mencapai 5.704 pengunjung, menghasilkan pendapatan harian sebesar Rp 123.845.000.
Kunjungan tertinggi terjadi pada H+6 (6 April), dengan 8.313 wisatawan dan pemasukan harian tertinggi mencapai Rp 181.123.000.
Meski demikian, jumlah pengunjung mulai menurun pada H+7 (7 April), tercatat hanya 2.025 orang dengan retribusi Rp 34.630.000.
Selain tiket masuk, peningkatan pendapatan juga berasal dari penyewaan fasilitas tambahan seperti lamin, saung, dan wisma yang tersedia di kawasan wisata tersebut.
Fasilitas-fasilitas ini menjadi nilai tambah yang diminati oleh wisatawan, terutama keluarga dan rombongan besar.
Ratih menilai tingginya minat masyarakat terhadap Pantai Manggar tidak lepas dari posisi strategis Balikpapan sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, hal ini memberi dampak positif terhadap geliat sektor pariwisata kota.
“Kami terus melakukan pembenahan dan peningkatan fasilitas untuk menyambut libur-libur berikutnya. Balikpapan punya peran penting sebagai pintu masuk ke IKN, dan potensi ini harus terus dimaksimalkan,” pungkasnya.
Pencapaian ini tidak hanya menandai keberhasilan pengelolaan destinasi wisata, tetapi juga menjadi dorongan bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)



