BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan komitmennya untuk menyediakan akses air bersih yang sehat dan merata bagi seluruh warga.
Dengan kondisi geografis yang tidak memiliki sungai sebagai sumber air baku utama, Pemkot harus mencari alternatif guna memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terus meningkat.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengungkapkan bahwa saat ini Balikpapan mengalami defisit air baku sebesar 920 liter per detik.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah akan mengandalkan suplai air dari Bendungan Sepaku Semoi dan Sungai Mahakam dalam lima tahun ke depan.
“Ketiadaan sungai sebagai sumber air baku membuat kami harus bekerja keras mencari solusi terbaik. Saat ini, kami mengupayakan pasokan air dari sumber regional seperti Bendungan Sepaku Semoi dan Sungai Mahakam, agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Rahmad Mas’ud, Rabu 12 Maret 2025.
Bendungan Sepaku Semoi, yang terletak di wilayah Penajam Paser Utara, diproyeksikan menjadi sumber utama pasokan air bagi Balikpapan.
Selain itu, Pemkot juga menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah lain untuk memanfaatkan aliran Sungai Mahakam guna menambah pasokan air ke kota ini.
Selain mengamankan sumber air baku, Pemkot Balikpapan juga tengah mengoptimalkan infrastruktur pengolahan dan distribusi air.
Berbagai langkah strategis tengah dilakukan, termasuk peningkatan kapasitas instalasi pengolahan air, modernisasi jaringan pipa distribusi, serta pengurangan tingkat kebocoran air dalam sistem perpipaan.
“Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh warga Balikpapan mendapatkan akses air bersih yang layak. Ini bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan dan ketahanan air bagi generasi mendatang,” tambah Rahmad Mas’ud.
Pemkot juga mendorong program konservasi air sebagai bagian dari solusi jangka panjang. Edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan air secara bijak terus digalakkan, termasuk pemanfaatan teknologi hemat air di lingkungan rumah tangga dan industri.
Dengan upaya ini, Pemkot Balikpapan optimistis dapat mengatasi tantangan ketersediaan air bersih dalam lima tahun ke depan.
Pemerintah berharap, melalui kerja sama dengan berbagai pihak, distribusi air bersih dapat semakin merata dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat secara berkelanjutan. */ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)



