PENAJAM, Seputarkata.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berkomitmen memperluas pembentukan forum anak di tingkat desa dan kelurahan.
Inisiatif ini bertujuan menciptakan wadah bagi anak-anak untuk menyuarakan aspirasi serta mengembangkan potensi diri dalam berbagai bidang.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan P3AP2KB PPU, Arpiah, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah forum anak masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan luas wilayah kabupaten.
“Saat ini baru ada 8 forum anak, padahal Kabupaten PPU memiliki 4 kecamatan, 24 kelurahan, dan 30 desa. Jumlah ini masih terlalu kecil,” ujar Arpiah, Senin 10 Maret 2025.
Untuk itu, pihaknya menargetkan agar setiap desa dan kelurahan di PPU memiliki forum anak atau wadah pengembangan minat dan bakat, termasuk di bidang kesenian dan olahraga seperti bela diri.
Dengan begitu, anak-anak dapat memiliki ruang untuk menyalurkan kreativitas dan keterampilan mereka secara positif.
“Kami berharap di tahun 2025 jumlah forum anak bisa bertambah, atau setidaknya ada tempat bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat mereka,” tambahnya.
Selain sebagai ruang ekspresi, Arpiah menekankan bahwa forum anak juga berperan dalam membentuk karakter. Melalui forum ini, anak-anak diharapkan lebih percaya diri dan berani menyuarakan pendapat mereka, terutama dalam menyampaikan aspirasi kepada orang dewasa.
“Kami ingin desa-desa turut berperan dalam pembentukan forum anak, karena ini bukan hanya soal tempat berkumpul, tetapi juga untuk membangun keberanian anak dalam menyampaikan pendapatnya,” jelasnya.
Untuk merealisasikan target ini, P3AP2KB PPU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan guna mendorong pembentukan forum anak di setiap wilayah.
Selain itu, pihaknya juga akan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pengurus forum anak agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.
Dengan adanya forum anak di seluruh desa dan kelurahan, diharapkan anak-anak di PPU memiliki ruang aman dan inklusif untuk mengembangkan diri serta berkontribusi dalam pembangunan daerah sejak usia dini. (*/ADV/Diskominfo PPU/jan)



