BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Di tengah perkembangan Kota Balikpapan yang semakin pesat, kebutuhan akan transportasi umum yang nyaman, aman, dan terjangkau menjadi semakin mendesak.
Balikpapan City Trans (BCT), bagian dari program Transportasi Ekonomis Mudah dan Aman (TEMAN) Bus, hadir sebagai jawaban atas tantangan ini. Sejak mulai diuji coba pada 8 Juli 2024, layanan ini semakin mendapat tempat di hati masyarakat.
BCT dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat Balikpapan dengan bus ber-AC, fasilitas tempat duduk yang nyaman, dan sistem pembayaran menggunakan kartu uang elektronik yang praktis.
Hingga saat ini, terdapat tiga koridor yang melayani warga Koridor A Pelabuhan Semayang – Bandara Sepinggan, Koridor B Terminal Batu Ampar – Jalan Ahmad Yani, dan Koridor C Terminal Batu Ampar – Jalan MT Haryono.
Dari ketiga rute tersebut, Koridor A menjadi yang paling ramai digunakan. Banyak masyarakat memanfaatkan BCT untuk bepergian ke bandara, pusat perbelanjaan, serta kawasan perkantoran dengan lebih hemat dan efisien.
Meskipun ada kebijakan efisiensi di sektor transportasi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan memastikan bahwa layanan BCT tetap berjalan seperti biasa.
Plt Kepala Dishub Balikpapan, Zulkifli, menegaskan bahwa operasional BCT tidak terdampak efisiensi karena masih berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan tetap mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat.
“Kami pastikan efisiensi tidak mempengaruhi layanan BCT. Semua masih berjalan normal dengan dukungan penuh dari pemerintah,” ujar Zulkifli, Jumat 7 Maret 2025.
Sejak awal uji coba, layanan BCT masih digratiskan dengan syarat pengguna memiliki kartu uang elektronik. Antusiasme masyarakat terhadap layanan ini cukup tinggi, terutama karena kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkan.
Namun, ke depan, BCT akan mulai menerapkan tarif dengan skema Buy The Service (BTS). Dishub Balikpapan telah mengusulkan tarif Rp 4.500 untuk penumpang dewasa, sementara lansia, pelajar, dan penyandang disabilitas hanya dikenakan Rp 2.000.
“Saat ini kami masih menunggu keputusan resmi dari Kemenhub dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait tarif. Setelah ada keputusan, kami akan segera lakukan sosialisasi,” jelas Zulkifli.
Selain layanan utama BCT, Dishub Balikpapan juga tengah menggodok rencana menjadikan angkot sebagai feeder atau pengumpan bagi layanan BCT. Skema ini diharapkan dapat memperluas jangkauan transportasi umum, namun masih dalam tahap pembahasan.
“Dulu ada wacana subsidi untuk angkot sebagai feeder BCT, tapi sampai sekarang belum final,” ujar Zulkifli.
Keberadaan BCT membawa angin segar bagi sistem transportasi Balikpapan. Dengan rencana pengelolaan yang akan beralih ke Pemkot Balikpapan pada 2027, diharapkan layanan ini semakin berkembang dan menjadi tulang punggung transportasi kota yang modern, efisien, serta ramah lingkungan.
Bagi warga yang belum mencoba, kini adalah waktu yang tepat untuk merasakan kenyamanan BCT dan mulai beralih ke transportasi umum yang lebih baik. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)



