• Home
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
No Result
View All Result
Seputar Kata
  • Balikpapan
  • Samarinda
  • PPU
  • Bontang
  • Kutim
  • Kukar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Advetorial
Seputar Kata
  • Home
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Balikpapan
  • PPU
  • Samarinda
  • Kutim
  • Kukar
  • Bontang
No Result
View All Result
Seputar Kata
No Result
View All Result
Home Advetorial

UMKM Balikpapan Keluhkan Kendala Kolaborasi dengan Retail Modern, DPRD Desak Perbaikan Regulasi

admin by admin
November 6, 2024
in Advetorial, Balikpapan
0
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah

Anggota DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah

332
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menyampaikan beberapa keluhan yang disuarakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balikpapan.

Salah satu masalah yang mencuat adalah tantangan dalam kolaborasi antara UMKM dengan retail modern di kota ini.

Keluhan tersebut diungkapkan oleh para pelaku UMKM saat Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Komisi II DPRD Balikpapan bersama Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP), perwakilan UMKM, perwakilan retail modern, serta akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di Hotel Grand Senyiur Balikpapan pada Selasa, 5 November 2024.

“Kami sangat menyayangkan absennya perwakilan retail modern seperti Indomaret dan Alfamart dalam FGD ini. Akibatnya, beberapa poin penting terkait kolaborasi tidak dapat dibahas secara tuntas,” ujar Fauzi kepada wartawan.

Menurut Fauzi, pelaku UMKM menghadapi kesulitan memenuhi persyaratan retail modern yang menuntut pasokan dalam jumlah besar, sementara sebagian besar UMKM berbasis rumahan dan kesulitan memproduksi barang dalam skala besar.

Selain itu, UMKM juga mengeluhkan posisi produk mereka di rak retail modern yang sering dipindahkan ke bagian kurang strategis ketika mulai laris di pasaran, dan digantikan produk dari pemasok besar. Hal ini membuat para pelaku UMKM merasa tidak diperlakukan adil.

Absennya perwakilan retail modern dalam FGD tersebut menjadi perhatian serius bagi DPRD, yang sebelumnya telah mengirimkan undangan resmi.

Menanggapi keluhan ini, Fauzi menegaskan perlunya kajian ulang terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang mengatur UMKM dan retail modern, dengan tujuan menciptakan regulasi yang adil dan mendukung pelaku usaha kecil.

“Setiap pasal nantinya akan kami bahas secara mendalam untuk menciptakan regulasi yang seimbang dan mendukung UMKM,” pungkas Fauzi. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)

 

Tags: DPRD Balikpapan
Share133Tweet83Share23
Previous Post

DPRD Balikpapan Dukung Simulasi Pemungutan Suara untuk Sukseskan Pilkada 2024

Next Post

DPRD Balikpapan Harap Tingkat Partisipasi Pemilih Meningkat di Pilkada 2024

admin

admin

Next Post
Yono Suherman

DPRD Balikpapan Harap Tingkat Partisipasi Pemilih Meningkat di Pilkada 2024

Gasali

Komisi lV Dorong Digitalisasi Buku untuk Akses yang Lebih Luas

Iwan Wahyudi

DPRD Balikpapan Dorong Kemandirian Pangan dengan Optimalkan Potensi Lokal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Twitter Youtube Vimeo Instagram

Website Berita Resmi - Seputar Kata

Kategori

  • Advetorial
  • Balikpapan
  • Bontang
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum
  • Kaltara
  • Kaltim
  • Kukar
  • Kutim
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Parlementaria
  • Peristiwa
  • Politik
  • PPU
  • Samarinda
  • Umum
  • Home
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan

© 2023 Seputar Kata - Website Berita Resmi

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Balikpapan
  • PPU
  • Samarinda
  • Kutim
  • Kukar
  • Bontang

© 2023 Seputar Kata - Website Berita Resmi