BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, berbicara tentang visi dan langkah-langkah konkret untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat di kota yang dikenal dengan semangat gotong royong ini.
Dalam sebuah kajian mendalam mengenai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Gasali menekankan pentingnya sinergi untuk mendorong keberhasilan inisiatif pemberdayaan.
“Pemberdayaan masyarakat adalah salah satu bagian integral dari pemerintahan. Kami melihat bahwa semangat swadaya masyarakat di Balikpapan sangat tinggi, dan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ungkap Gasali, Selasa 5 November 2024.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat bukan hanya soal suara dalam pengambilan keputusan, tetapi juga tentang dukungan anggaran dan sumber daya yang dapat memperkuat upaya bersama.
Gasali menggarisbawahi bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya melibatkan individu, tetapi juga berbagai organisasi lokal, seperti karang taruna dan paguyuban.
Dengan menyatukan semua elemen ini, diharapkan tercipta budaya pemberdayaan yang lebih kohesif.
“Kami ingin memastikan bahwa semua organisasi ini dapat bekerja dalam satu kesatuan untuk membangun Balikpapan yang lebih baik,” tambahnya.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah penyusunan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) yang mengatur kolaborasi antara pemerintah kota dan masyarakat.
Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran mereka dan mendapatkan dukungan yang diperlukan dari pemerintah.
Gasali menekankan bahwa pemberdayaan perempuan, yang dikelola oleh DP3KB, juga harus mendapatkan perhatian khusus dalam konteks ini.
“Semangat swadaya masyarakat harus terwujud, dan untuk itu, kami perlu dukungan regulasi dan kebijakan yang dapat mendorong pemberdayaan ini,” tegasnya.
Gasali juga mencatat adanya kesenjangan antara pelaksanaan program di tingkat kelurahan dan kecamatan, yang memerlukan perhatian lebih.
“Kelurahan merupakan garda terdepan dalam pemerintahan, dan program-program dari pemerintah kota perlu disinkronkan dengan kegiatan di kelurahan,” ujarnya.
Dengan pendekatan ini, Gasali berharap agar anggaran dan program pemerintah bisa terpusat di kelurahan, sehingga implementasi kegiatan dapat berjalan lebih efektif.
“Ketika semua program ditangani di kelurahan, kita bisa menciptakan sinkronisasi yang lebih baik dan mengurangi kesenjangan,” jelasnya.
Melalui komitmennya untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Gasali menunjukkan harapan yang tinggi untuk masa depan Kota Balikpapan.
Dia yakin bahwa dengan dukungan yang tepat, pemberdayaan masyarakat tidak hanya akan terwujud, tetapi juga akan membawa perubahan yang positif bagi seluruh warga. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














