BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, pemuda Balikpapan menghadapi tantangan dan peluang baru dalam dunia kerja. Mereka tumbuh dalam era digital di mana teknologi tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga pintu untuk menciptakan peluang karier yang inovatif.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Arisanda, melihat potensi besar yang dapat digarap oleh generasi muda ini dengan memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Ketergantungan pada dunia teknologi adalah hal yang wajar, karena ini adalah bagian dari perkembangan zaman,” ungkap Arisanda, Rabu 30 Oktober 2024.
Namun, ia juga menekankan bahwa pemuda Balikpapan harus memandang teknologi sebagai alat untuk pengembangan diri, bukan sekadar hiburan atau konsumsi pasif.
Baginya, mereka yang bisa memanfaatkan teknologi untuk menciptakan inovasi dan mendukung kreativitas akan memiliki keunggulan kompetitif di masa depan.
Arisanda menyadari, sektor digital saat ini menyimpan peluang besar yang bisa menjadi sarana pengembangan karier pemuda Balikpapan.
Ia berpendapat bahwa siapa pun yang mampu melihat dan merespons peluang di dunia digital akan siap untuk bersaing di masa depan.
“Potensi di dunia digital itu sangat besar. Siapa yang mampu melihat peluang di sana, akan memiliki keunggulan di masa depan. Kita membutuhkan lebih banyak pengembangan keterampilan di dunia digital untuk anak-anak muda di Balikpapan,” ujar Arisanda.
Sebagai langkah konkret, Arisanda mendorong pemerintah dan berbagai pihak untuk mengembangkan program pelatihan digital yang khusus menyasar pemuda. Pelatihan ini bisa mencakup keterampilan yang sangat relevan dengan kebutuhan industri digital, seperti pemrograman, desain grafis, dan pemasaran digital.
Menurutnya, penguasaan keterampilan ini akan memungkinkan pemuda Balikpapan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang usaha di bidang digital yang sedang berkembang.
Selain pelatihan, Arisanda berharap akan ada wadah kolaborasi di mana pemuda dapat bertukar ide, berkolaborasi, dan mendapatkan inspirasi dari profesional yang berpengalaman di sektor digital.
Dengan adanya dukungan yang komprehensif seperti ini, Arisanda optimis bahwa pemuda Balikpapan tidak hanya akan mampu bersaing di pasar kerja, tetapi juga menjadi inovator yang berkontribusi pada perekonomian kota.
Peluang yang terbuka lebar di era digital ini memang memerlukan kesiapan dari pemuda itu sendiri.
Melalui pengembangan keterampilan yang tepat, generasi muda Balikpapan diharapkan dapat mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan daerah, menciptakan lapangan pekerjaan baru, serta memperkuat daya saing Balikpapan sebagai kota yang produktif dan inovatif. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



