BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Pendidikan merupakan fondasi penting bagi kemajuan suatu daerah, dan di Balikpapan, tantangan dalam ketersediaan fasilitas pendidikan menjadi isu yang mendesak.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Budiono, mengungkapkan keprihatinannya mengenai masalah ini, terutama menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun 2025.
“Di tahun ini, kita memiliki lebih dari 12.000 lulusan SD, sementara bangku yang tersedia di SMP hanya sekitar 7.000. Ini menunjukkan bahwa Kota Balikpapan masih mengalami kekurangan fasilitas pendidikan yang signifikan,” ujar Budiono kepada wartawan pada Jumat, 25 Oktober 2024.
Kondisi ini tidak hanya menjadi hambatan bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua yang mencari tempat sekolah bagi anak-anak mereka.
Budiono mengapresiasi komitmen kepemimpinan kepala daerah, terutama visi misi yang berfokus pada pendidikan. Namun, ia menegaskan bahwa realisasi dari visi tersebut belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.
“Saya menghargai upaya mereka, tetapi kita harus mengakui bahwa dunia pendidikan kita masih jauh dari yang seharusnya,” ungkapnya.
Menurut Budiono, dalam konteks pendidikan, pemerintah memiliki kewajiban untuk menyediakan sekitar 70% kuota untuk sekolah negeri. Hal ini penting untuk memastikan akses pendidikan yang merata bagi semua kalangan masyarakat.
“Sekitar 30% kuota harus diperuntukkan bagi sekolah swasta, namun pada kenyataannya, fasilitas pendidikan yang ada masih belum memadai,” terangnya.
Sistem zonasi dalam PPDB, menurut Budiono, belum sepenuhnya berhasil diterapkan di Kota Balikpapan.
“Setiap kali PPDB berlangsung, selalu ada kegelisahan di kalangan orang tua. Mereka khawatir anak-anak mereka tidak mendapatkan tempat di sekolah yang layak,” ujarnya.
Dengan tantangan ini, Budiono berharap agar program pendidikan yang telah ada seperti penyediaan seragam gratis dan pembangunan sekolah dapat dilanjutkan oleh pemimpin selanjutnya.
Ia ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil untuk meningkatkan pendidikan di Balikpapan dapat berkelanjutan.
“Kami harus bekerja sama untuk menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya baik secara kuantitas, tetapi juga kualitas,” tambahnya.
Budiono menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.
Ia percaya bahwa dengan kerjasama yang baik, masalah kekurangan fasilitas pendidikan di Balikpapan dapat diatasi.
“Mari kita semua berkontribusi untuk memastikan bahwa pendidikan di kota kita dapat tumbuh dan berkembang,” tutupnya.
Dengan komitmen yang kuat dari DPRD dan dukungan masyarakat, Budiono optimis bahwa tantangan pendidikan di Balikpapan dapat dihadapi dan solusi yang tepat dapat ditemukan, sehingga setiap anak di Balikpapan berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



