BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Debat publik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 menjadi momen penting dalam rangka pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan.
Pada Rabu malam, 23 Oktober 2024, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Alwi Al Qadri, hadir langsung untuk menyaksikan jalannya debat publik pertama yang diadakan di Hotel Novotel Balikpapan.
Alwi Al Qadri menekankan bahwa acara ini seharusnya menjadi platform untuk memperdebatkan visi dan misi masing-masing pasangan calon, bukan arena untuk menyerang karakter pribadi.
“Debat ini merupakan kesempatan bagi para calon untuk menjelaskan rencana mereka bagi Kota Balikpapan dalam lima tahun ke depan. Saya berharap tidak ada serangan personal di antara paslon, karena ini harusnya berfokus pada substansi,” ungkapnya diwawancarai wartawan pada Kamis, 24 Oktober 2024.
Menurut Alwi, debat publik memiliki peranan krusial dalam memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat tentang siapa yang layak memimpin Kota Balikpapan.
“Debat ini adalah cerminan dari calon pemimpin yang akan masyarakat pilih. Dan masyarakat berhak mengetahui bagaimana visi dan misi, serta program masing-masing pasangan calon untuk pembangunan kota Balikpapan ke depan,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat, Alwi merasa bahwa pemilih harus bisa mengevaluasi para pasangan calon berdasarkan program dan ide atau gagasan yang mereka tawarkan.
“Masyarakat harus melihat bagaimana setiap calon memiliki solusi untuk berbagai tantangan yang dihadapi Kota Balikpapan,” ucap Alwi.
Alwi juga mendorong masyarakat untuk aktif mengikuti debat publik Pilkada Balikpapan 2024. Dua debat publik lagi akan dilaksanakan pada tanggal 7 dan 18 November 2024.
Tema untuk setiap debat dirumuskan oleh tim perumus, yang juga akan mengusulkan panelis baru untuk memberikan perspektif yang berbeda.
“Mudah-mudahan, masyarakat yang menonton dapat lebih yakin dengan pilihan mereka dalam pemilihan mendatang pada 27 November 2024 nanti. Debat ini adalah bagian dari proses demokrasi, yang penting dan harus diikuti dengan seksama,” harapnya.
Dengan demikian, debat publik ini diharapkan tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi alat edukasi bagi pemilih untuk memahami lebih dalam tentang calon pemimpin mereka.
“Saya percaya, dengan informasi yang tepat, masyarakat bisa membuat keputusan yang lebih baik,” pungkas Alwi.
Melalui komitmen dan pandangan Alwi Al Qadri, betapa pentingnya proses demokrasi yang sehat dan berfokus pada substansi dalam setiap pemilihan, demi kemajuan dan kesejahteraan Kota Balikpapan ke depan. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)



