PENAJAM, Seputarkata.com – Dalam upaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak hanya merayakannya dengan seremonial biasa, tetapi juga menciptakan ruang bagi anak-anak untuk mengasah kreativitas mereka melalui lomba mewarnai tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kabupaten PPU.
Di aula lantai I Kantor Bupati PPU, sebanyak 100 peserta dari 55 TK ambil bagian pada Rabu, 16 Oktober 2024.
Lomba mewarnai yang tampak sederhana ini sebenarnya membawa dampak yang lebih besar. Bagi anak-anak, kegiatan ini bukan hanya soal memenangkan kompetisi, tetapi merupakan kesempatan untuk mengekspresikan imajinasi mereka di atas kanvas.
Ketua DWP PPU, Riawati Koriah Tohar, menjelaskan bahwa perlombaan tersebut adalah bagian dari rangkaian peringatan HUT yang ke-25 dan merupakan salah satu cara bagi DWP PPU untuk mendukung perkembangan kreativitas anak sejak usia dini.
“Kami ingin lomba ini menjadi ajang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat mereka. Bukan tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang keberanian untuk mencoba dan berkreasi,” kata Riawati.
Menurutnya, di era yang semakin maju, kreativitas menjadi aspek penting yang perlu diasah sejak kecil.
Di tengah suasana penuh warna yang dipenuhi tawa dan semangat anak-anak, pesan besar disampaikan oleh Ketua Panitia Perlombaan, Sitti Maryam.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan tanggung jawab DWP dalam mendukung pembinaan anak di bidang pendidikan.
Harapannya, lomba ini dapat menjadi salah satu langkah awal dalam mencetak generasi emas pada 2045.
“Melalui seni, anak-anak belajar mengekspresikan perasaan, mengasah imajinasi, dan tentunya meningkatkan rasa percaya diri,” ungkapnya.
Lomba mewarnai ini bukan hanya tentang kesenangan sesaat, tetapi juga langkah nyata DWP PPU dalam menciptakan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan imajinasi mereka.
Di usia dini, kegiatan seperti ini sangat diperlukan untuk menumbuhkan keterampilan yang lebih dari sekadar motorik, tetapi juga mental dan emosional.
Di masa depan, dengan upaya terus-menerus dalam memberikan ruang ekspresi, bukan tidak mungkin kreativitas anak-anak ini akan menjadi pondasi penting dalam mewujudkan generasi yang inovatif, kritis, dan siap bersaing secara global. (*/ADV/DiskominfoPPU/jan)



