PENAJAM, Seputarkata.com – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah strategis dengan membentuk kelompok Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) berbasis masyarakat.
Inisiatif ini bertujuan untuk melibatkan warga secara langsung dalam penanganan dan pencegahan bencana di lingkungan sekitar mereka
Program ini tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan proaktif pemerintah untuk membangun kesiapan masyarakat menghadapi berbagai bencana.
Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan pendataan di empat kecamatan di PPU. Respon dari masyarakat sangat positif, dengan lebih dari 300 orang telah mendaftar sebagai relawan.
“Minat masyarakat sangat tinggi, dan ini menjadi modal penting bagi kami dalam mempersiapkan tim yang kuat di setiap kecamatan. Relawan ini nantinya akan menjadi barisan depan dalam menangani kebakaran dan bencana lainnya,” ujar Fernando, Selasa, 24 September 2024.
Para relawan tidak hanya akan berperan sebagai pengamat, tetapi akan dibekali dengan pelatihan khusus yang memungkinkan mereka untuk bertindak efektif saat terjadi kebakaran.
Pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam penanganan bencana dan mendukung petugas profesional dalam memberikan respons cepat dan tepat di lokasi kejadian.
“Redkar yang kami bentuk dari kelurahan dan desa akan mempermudah kami dalam mendapatkan informasi langsung dari lapangan. Dengan begitu, kami bisa bergerak lebih cepat ke lokasi kebakaran atau bencana lainnya,” ungkap Fernando.
Program ini bukan hanya langkah pencegahan, tetapi juga sebagai wujud pelibatan aktif masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan mereka.
Melalui pembentukan Redkar, DPKP PPU berharap dapat mempercepat waktu respons dan memperkecil dampak dari bencana kebakaran yang sering terjadi di daerah-daerah terpencil.
Fernando juga menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari upaya yang lebih besar untuk memastikan bahwa masyarakat PPU siap dan tanggap terhadap segala bentuk bencana, khususnya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan dan kerusakan lingkungan.
Dengan dukungan relawan, koordinasi antara masyarakat dan petugas pemadam kebakaran akan lebih solid, sehingga potensi kerugian bisa diminimalisir.
Pembentukan Redkar di PPU adalah bukti nyata bahwa peran masyarakat sangat penting dalam membangun ketahanan wilayah dari bencana.
Relawan yang dibentuk tidak hanya akan menjadi penyelamat lingkungan mereka sendiri, tetapi juga simbol semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. (*/ADV/DiskominfoPPU/jan)



