• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, November 6, 2026
  • Login
  • Home
  • News
  • Otomotif
  • Politik
  • Kaltim
  • Kaltara
  • Samarinda
  • Bontang
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Peristiwa
No Result
View All Result
Seputar Kata
  • Home
  • News
  • Otomotif
  • Politik
  • Kaltim
  • Kaltara
  • Samarinda
  • Bontang
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Peristiwa
No Result
View All Result
Seputar Kata
No Result
View All Result
Home Umum

Ketika Masa Pensiun Tiba, Haryanto Memilih Tetap Berbagi

admin by admin
September 12, 2026
in Umum
0 0
0
Ketika Masa Pensiun Tiba, Haryanto Memilih Tetap Berbagi
Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA, Seputarkata.com – Masa pensiun bagi sebagian orang mungkin menjadi waktu untuk berhenti sejenak setelah puluhan tahun bekerja. Namun, bagi Haryanto Syafri, memasuki masa purna tugas bukan berarti berhenti melakukan sesuatu.

Justru sebaliknya. Ketika waktunya semakin dekat, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi itu mulai memikirkan bagaimana pengalaman yang dikumpulkannya selama puluhan tahun di industri hulu migas dapat terus bermanfaat.

Ia tidak punya rencana untuk menghabiskan masa pensiun hanya di rumah.

Haryanto ingin tetap bertemu dengan orang-orang, berdiskusi dan berbagi pengetahuan, terutama dengan generasi yang masih panjang perjalanan kariernya.

“Saya berusaha untuk mengedukasi saja. Terlalu banyak adik-adik dan kawan-kawan yang perlu kita ajak diskusi dalam ruang kecil seperti ini, bukan dalam ruang yang besar,” ujarnya.

Baginya, ruang kecil justru memberikan kesempatan untuk berbicara lebih dekat. Pengalaman yang selama ini dimilikinya dapat dibagikan melalui percakapan sederhana.

Keinginan tersebut bukan tanpa alasan. Haryanto telah melewati perjalanan panjang di industri hulu migas sejak era 1990-an. Ia pernah bekerja di lapangan operasi sebelum kemudian bergabung dengan BP Migas pada 2008.

Sejak 2010, ia memilih bertugas di kantor perwakilan. Sejumlah wilayah pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya, mulai dari Sumatera bagian utara, Sumatera bagian selatan, Papua dan Maluku, hingga Kalimantan dan Sulawesi.

Penugasan di berbagai daerah membuatnya tidak hanya mengenal persoalan teknis industri migas. Ia juga belajar berkomunikasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, pemangku kepentingan dan media.

“Saya harus belajar komunikasi. Selama ini saya cuma belajar engineering, operation, saya harus belajar komunikasi,” katanya.

Kemampuan itu tidak datang begitu saja.

Haryanto merupakan putra Pekanbaru, Riau, yang lahir pada 10 Januari 1972. Ia tumbuh di daerah yang kehidupan masyarakatnya tidak jauh dari industri minyak dan gas.

Sejak kecil, ia sudah melihat kendaraan perusahaan migas berlalu-lalang di sekitar tempat tinggalnya. Ada rasa kagum yang kemudian tumbuh menjadi keinginan untuk bekerja di industri tersebut.

“Saya sangat termotivasi lihat, wah ini kayaknya gagah ini, harus keren, harus kayak begitu,” kenangnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai sarjana teknik perminyakan di Institut Teknologi Bandung, Haryanto sempat berharap dapat bekerja di perusahaan migas yang ada di daerah asalnya.

Harapan itu kandas. Ia tidak diterima bekerja di Caltex, perusahaan yang saat itu menjadi salah satu perusahaan migas besar di Riau. Penolakan tersebut sempat membuatnya merasa tidak cukup pintar.

“Waktu itu saya merasa, wah ini cobaan besar. Saya tidak cukup pintar untuk bekerja di sini,” ujarnya.

Namun, kekecewaan itu ternyata membuka jalan lain. Tidak lama kemudian, ia mendapat kesempatan bekerja di ConocoPhillips. Dari sana, Haryanto mulai mengenal lebih jauh dunia operasi migas.

Ia berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Mulai dari pengeboran, produksi hingga perawatan menjadi bagian dari pengalaman yang dikumpulkannya.

Sekitar sepuluh tahun berada di lingkungan operasi membuat pemahamannya terhadap industri migas semakin luas.

Setelah bergabung dengan BP Migas, ia kemudian melihat dunia yang lebih besar. Keputusan untuk masuk ke kantor perwakilan membuatnya kembali belajar hal-hal yang sebelumnya tidak banyak disentuhnya.

Perjalanan itu akhirnya membawanya ke berbagai wilayah Indonesia. Kini, penugasan di Kalimantan dan Sulawesi menjadi bagian terakhir sebelum dirinya memasuki masa purna tugas.

Haryanto menyebut masa ini sebagai waktu untuk mulai mempersiapkan diri. “Saya sudah mendekati injury time,” katanya.

Tetapi ia tidak melihat pengalaman selama puluhan tahun sebagai sesuatu yang cukup disimpan sendiri.

Ia pernah menyusun buku panduan internal mengenai pekerjaan kantor perwakilan. Buku itu dibuat agar pengetahuan dan prosedur kerja yang telah dijalankan dapat diteruskan kepada orang lain.

Meski demikian, setelah pensiun nanti ia tidak berencana menulis buku lagi. Yang ingin dilakukannya lebih sederhana, berbagi.

Menurut Haryanto, pengalaman tidak selalu bisa diperoleh hanya dari membaca atau belajar di ruang kelas. Ada pengetahuan yang lahir dari perjalanan panjang dan berbagai persoalan yang pernah dihadapi.

“Jam terbang dan pengalaman itu tidak tergantikan oleh apa-apa,” katanya.

Salah satu hal yang terus ia pegang selama menjalankan pekerjaan adalah keberanian menyampaikan sesuatu yang benar.

Prinsip itu, diakuinya, terkadang tidak membuat perjalanan menjadi mudah. Ada situasi ketika mengatakan kebenaran justru dapat menjadi hambatan. Namun, Haryanto memilih tetap menjalaninya.

“Kalau saya tidak menyampaikan kebenaran, saya akan merasa bersalah,” ujarnya.

Prinsip itu pula yang ingin dibawanya ketika nanti tidak lagi mengenakan atribut sebagai pejabat di kantor perwakilan.

Bagi Haryanto, pengabdian tidak harus berakhir bersamaan dengan datangnya masa pensiun. Selama masih memiliki kesempatan untuk bertemu dan berbicara, masih ada pengetahuan yang bisa dibagikan.

Ia percaya pekerjaan di sektor hulu migas hari ini pun merupakan hasil dari proses panjang yang dilakukan orang-orang sebelum generasinya.

Karena itu, kegiatan eksplorasi yang dilakukan sekarang menurutnya bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hari ini.

“Kalau sekarang ada pekerjaan seismik, hasilnya bukan untuk kita. Hasilnya untuk anak cucu kita 20 tahun kemudian,” katanya.

Mungkin itulah cara Haryanto melihat masa pensiun. Bukan sebagai garis akhir, melainkan perubahan cara untuk tetap memberi manfaat.

Setelah bertahun-tahun bekerja di lapangan dan kantor perwakilan, ia ingin memasuki babak berikutnya dengan membawa sesuatu yang menurutnya jauh lebih berharga daripada jabatan, pengalaman yang bisa diwariskan kepada orang lain. (*/jan)

Tags: HaryantoSyafriSKKMigasKalsul
admin

admin

Next Post
Antrean Pertalite Mengular, Balikpapan Dapat Tambahan 1.250 KL

Antrean Pertalite Mengular, Balikpapan Dapat Tambahan 1.250 KL

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with us

  • 24k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
dr. Rusna Azizah Aziz

Dua Dekade Pengabdian dr. Rusna Azizah : Dari Pedalaman Kalimantan hingga Memimpin Puskesmas Klandasan Ilir

November 17, 2025
Rahmad-Bagus Unggul di Pilkada Balikpapan : Kemenangan untuk Seluruh Warga Kota

Rahmad-Bagus Unggul di Pilkada Balikpapan : Kemenangan untuk Seluruh Warga Kota

November 27, 2024
Tantangan PDAM Balikpapan dalam Pemasangan Meteran Baru

Tantangan PDAM Balikpapan dalam Pemasangan Meteran Baru

Juli 8, 2024
Wali Kota Balikpapan Pastikan Tidak Ada Anak Tertinggal dalam Akses Pendidikan

Wali Kota Balikpapan Pastikan Tidak Ada Anak Tertinggal dalam Akses Pendidikan

Juli 5, 2025
Abdulloh Ajak Warga Jaga Kondusifitas Balikpapan

Abdulloh Ajak Warga Jaga Kondusifitas Balikpapan

0
Berantas Narkoba di Gunung Bugis, Dua Tersangka Diamankan Lagi

Berantas Narkoba di Gunung Bugis, Dua Tersangka Diamankan Lagi

0
Halal Bihalal Sekaligus Serap Aspirasi Konstituennya

Halal Bihalal Sekaligus Serap Aspirasi Konstituennya

0
Mantap !!! Balikpapan Kembali Raih Opini WTP

Mantap !!! Balikpapan Kembali Raih Opini WTP

0
Junaidi Ingatkan Perlindungan Anak Meski Kabut Asap Mereda

Junaidi Ingatkan Perlindungan Anak Meski Kabut Asap Mereda

November 6, 2026
320 Kader Bela Negara Dikukuhkan di Balikpapan, Semangat Nasionalisme Diteguhkan Lewat Api Unggun

320 Kader Bela Negara Dikukuhkan di Balikpapan, Semangat Nasionalisme Diteguhkan Lewat Api Unggun

November 5, 2026
Hujan Mulai Turun, Warga Margomulyo Diminta Tak Boros Air

Hujan Mulai Turun, Warga Margomulyo Diminta Tak Boros Air

November 4, 2026
Lima RT Margomulyo Bergerak, Sampah Diolah Jadi Manfaat

Lima RT Margomulyo Bergerak, Sampah Diolah Jadi Manfaat

November 4, 2026

Recommended

Junaidi Ingatkan Perlindungan Anak Meski Kabut Asap Mereda

Junaidi Ingatkan Perlindungan Anak Meski Kabut Asap Mereda

November 6, 2026
320 Kader Bela Negara Dikukuhkan di Balikpapan, Semangat Nasionalisme Diteguhkan Lewat Api Unggun

320 Kader Bela Negara Dikukuhkan di Balikpapan, Semangat Nasionalisme Diteguhkan Lewat Api Unggun

November 5, 2026
Hujan Mulai Turun, Warga Margomulyo Diminta Tak Boros Air

Hujan Mulai Turun, Warga Margomulyo Diminta Tak Boros Air

November 4, 2026
Lima RT Margomulyo Bergerak, Sampah Diolah Jadi Manfaat

Lima RT Margomulyo Bergerak, Sampah Diolah Jadi Manfaat

November 4, 2026

Tentang Kami

Seputar Kata merupakan media berita terpercaya dengan fokus berita di benua etam.

Categories

  • Balikpapan
  • Bontang
  • Ekonomi
  • Kaltara
  • Kaltim
  • Kukar
  • Kutim
  • News
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Parlementaria
  • Peristiwa
  • Politik
  • Samarinda
  • Umum

Tags

Akmal Malik Alwi Al Qadri Balikpapan BeritaBalikpapan Budiono Diskominfo Balikpapan Diskominfo PPU Disporapar Balikpapan DPRD Balikpapan DPRD PPU DRPD Balikpapan Gasali Ibu kota Nusantara IKN InfoBalikpapan KalimantanTimur Kaltim Makmur Marbun MMA Muhammad Zainal Arifin Nusantara Otorita IKN Pegadaian Pemkab PPU Pemkot Balikpapan Pemprov Kaltim Pertamina PLN Polda Kaltim Polri PPU PSSI PTMB PT Pegadaian Puskesmas Damai Puskesmas Klandasan Ilir Rahmad Mas'ud Ratih Kusuma Sabu-sabu Seputarkata.com Super Bowl The Presidents Cup Timnas Indonesia Valentino Rossi Yono Suherman

Recent News

Junaidi Ingatkan Perlindungan Anak Meski Kabut Asap Mereda

Junaidi Ingatkan Perlindungan Anak Meski Kabut Asap Mereda

November 6, 2026
320 Kader Bela Negara Dikukuhkan di Balikpapan, Semangat Nasionalisme Diteguhkan Lewat Api Unggun

320 Kader Bela Negara Dikukuhkan di Balikpapan, Semangat Nasionalisme Diteguhkan Lewat Api Unggun

November 5, 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Otomotif
  • Politik
  • Kaltim
  • Kaltara
  • Samarinda
  • Bontang
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Peristiwa

© 2026 Seputar Kata. Developed and Maintained by Hosting Rakyat