SEPUTARKATA.COM, BALIKPAPAN – Mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat mulai menjadi kebiasaan warga di Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Balikpapan Barat. Melalui penerapan pola 3R (Reduce, Reuse, Recycle), masyarakat didorong tidak sekadar membuang sampah, tetapi juga memilah, menggunakan kembali, hingga mengolahnya agar memiliki nilai guna.
Gerakan tersebut terlihat di lima RT, yakni RT 20, RT 21, RT 23, RT 27, dan RT 47. Kelima lingkungan ini turut berpartisipasi dalam penilaian program Clean, Green and Healthy (CGH) yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Lurah Margomulyo, Aris Yanuar Wibowo, mengatakan penerapan 3R di lingkungan peserta dilakukan melalui berbagai kegiatan. Mulai dari pemilahan sampah, pemanfaatan barang bekas, pengelolaan bank sampah, pembuatan biopori, hingga mengolah sisa makanan menjadi pupuk.
“Untuk lima RT yang mengikuti penilaian, pola 3R sudah diterapkan. Bahkan, di luar lima RT tersebut juga sudah ada beberapa RT lain yang mulai melakukan hal serupa,” ujarnya saat ditemui, Rabu (4/11/2026).
Menurut Aris, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan mulai menunjukkan perkembangan positif. Aktivitas pemilahan sampah dan keberadaan bank sampah menjadi salah satu bukti keterlibatan warga dalam mengurangi persoalan sampah dari lingkungan tempat tinggal.
Meski begitu, ia mengakui belum seluruh masyarakat memiliki tingkat kepedulian yang sama. Sebagian warga masih perlu didorong agar lebih aktif menjaga kebersihan dan menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Dalam penilaian CGH, kelurahan juga mendorong RT peserta memenuhi sejumlah indikator yang ditetapkan DLH. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain keberadaan tanaman obat keluarga (TOGA) dan penataan pekarangan rumah.
Aris menjelaskan, persiapan dilakukan dengan mengikuti jadwal serta indikator penilaian. Meski belum semua kriteria dapat dipenuhi, kelurahan terus mendorong warga melakukan pembenahan di lingkungan masing-masing.
Keikutsertaan lima RT dalam penilaian CGH diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian dalam kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemicu agar kebiasaan memilah dan mengolah sampah semakin meluas ke lingkungan lainnya.
“Setiap RT semakin memiliki kesadaran dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Berawal dari lima RT ini, mudah-mudahan RT lainnya juga bisa mengikuti,” harapnya.
Menurut Aris, meningkatnya kepedulian masyarakat akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas lingkungan permukiman. Tidak hanya membuat kawasan terlihat lebih bersih dan tertata, pengelolaan sampah yang baik juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Kelurahan Margomulyo pun berharap gerakan 3R tidak berhenti selama penilaian CGH berlangsung, tetapi terus menjadi kebiasaan warga dalam kehidupan sehari-hari.(*/ron)














