BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Anemia menjadi masalah serius bagi remaja putri di Indonesia, termasuk Kota Balikpapan.
Menurut dr. Martinus Aggriawan, dokter internship Puskesmas Klandasan Ilir, kondisi ini berdampak langsung pada konsentrasi dan prestasi akademik siswa.
“Kurangnya darah merah membuat mereka lemah, mudah letih, dan sulit fokus. Kalau dibiarkan, prestasi sekolah bisa menurun,” jelas dr. Martinus diwawancarai, Senin 24 November 2025.
Data penelitian menunjukkan satu dari empat remaja putri di Balikpapan mengalami anemia dengan kadar hemoglobin di bawah 12.
Untuk mengatasi hal ini, Puskesmas Klandasan Ilir gencar melakukan pemberian tablet tambah darah di sekolah.
Program ini disertai pretest dan penyuluhan agar remaja putri memahami anemia, faktor penyebab, dan manfaat konsumsi suplemen.
Faktor penyebab anemia beragam, kurang makan sayur dan daging, hingga konsumsi teh atau cokelat yang menghambat penyerapan zat besi.
“Selain membagikan tablet, kami melibatkan guru sebagai pengawas rutin. Tablet diminum satu kali seminggu saat menstruasi, dan sebulan sekali saat tidak menstruasi. Monitoring penting agar program berjalan efektif,” tambah dr. Martinus.
Program ini menekankan bahwa pencegahan anemia bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga kognitif.
Edukasi dilakukan melalui kuisioner, diskusi, dan materi visual untuk memperkuat pemahaman remaja putri.
dr. Martinus menekankan pesan penting bagi siswa: “Tablet tambah darah harus diminum sesuai anjuran. Ini untuk menjaga energi, fokus, dan prestasi sekolah, sekaligus mencegah dampak jangka panjang.”
Melalui inisiatif ini, Puskesmas Klandasan Ilir berharap remaja putri dapat tetap sehat, aktif, dan berprestasi di sekolah, sambil membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya gizi dan kesehatan darah. (*/ADV/jan)














