BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Puskesmas Damai terus memperkuat pelayanan bagi orang dengan HIV (ODHIV) melalui program Pelayanan PDP, singkatan dari Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan.
Program ini untuk memberikan layanan yang menyeluruh, mulai dari deteksi kasus hingga pengobatan rutin.
dr. Rifiana Susanti, Penanggung Jawab Program HIV di Puskesmas Damai, menjelaskan bahwa layanan PDP tidak hanya terbatas pada pemberian obat, tetapi juga mencakup konseling dan pemantauan kesehatan secara menyeluruh.
“Teman-teman ODHIV harus rutin minum ARV. Selain itu, gejala yang muncul juga harus kami pantau agar tidak terjadi infeksi oportunistik,” ujar dr. Rifiana, Sabtu 22 November 2025.
Infeksi oportunistik merupakan penyakit yang mudah menyerang orang dengan sistem imun lemah akibat HIV.
Pencegahan melalui pengawasan ketat dan edukasi kepada pasien menjadi salah satu fokus utama Puskesmas Damai.
“Tujuan kami adalah agar mereka tetap sehat dan tidak jatuh pada penyakit lain selama menjalani pengobatan,” tambahnya.
Sejak 2023, Puskesmas Damai telah menangani 39 ODHIV yang menjalani terapi ARV.
Mayoritas pasien berasal dari kelompok dengan perilaku berisiko tinggi. Berdasarkan data, satu pasien terinfeksi melalui jarum suntik, sedangkan dua lainnya tertular dari pasangan.
Meski begitu, dr. Rifiana menegaskan bahwa kepatuhan pasien terhadap pengobatan cukup tinggi.
“Rata-rata pasien kami sangat patuh dalam menjalani terapi ARV, sehingga pengobatan bisa efektif,” jelasnya.
Selain pengobatan rutin, Puskesmas Damai juga rutin memberikan terapi pendukung dan edukasi mengenai gaya hidup sehat bagi ODHIV. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas hidup pasien.
Konsultasi kesehatan secara berkala menjadi bagian dari strategi puskesmas dalam memberikan layanan yang tidak hanya mengobati, tetapi juga mendukung kehidupan sosial dan psikologis pasien.
dr. Rifiana menekankan bahwa keberhasilan program PDP tidak hanya ditentukan oleh pelayanan medis semata, tetapi juga oleh keterlibatan pasien dalam menjaga kepatuhan pengobatan dan menjaga kesehatan mereka.
“Kami berharap dengan layanan yang komprehensif ini, ODHIV bisa tetap produktif dan sehat, serta risiko infeksi lain bisa diminimalkan,” ujarnya.
Pelayanan PDP Puskesmas Damai menjadi contoh penting bagaimana pendekatan holistik terhadap HIV bisa memberi dampak nyata bagi pasien dan komunitas. (*/ADV/jan)



