BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu penyakit tidak menular yang banyak dibiarkan hingga menimbulkan komplikasi serius.
Puskesmas Damai menekankan pentingnya deteksi dini dan pengobatan rutin agar risiko kerusakan organ vital, seperti ginjal dan jantung, dapat dicegah.
dr. Muhammad Sabda Rahmat Zulkifli, Dokter Umum Puskesmas Damai, menekankan bahwa hipertensi berbeda dengan penyakit ringan seperti batuk atau flu, yang gejalanya mudah dikenali.
“Hipertensi itu ketika angkanya tinggi, berarti hipertensi sudah ada. Kalau sudah muncul gejala, artinya sudah semakin parah dan kemungkinan organ tubuh sudah terdampak,” ujarnya, Sabtu 15 November 2025.
Menurut dr. Sabda, diagnosis hipertensi harus didasarkan pada pengukuran yang konsisten.
“Kalau tiga kali pengukuran dengan jarak kunjungan berbeda menunjukkan angka tinggi, otomatis pasien sudah perlu pengobatan. Tidak boleh menunggu gejala muncul,” jelasnya.
Bahaya hipertensi yang dibiarkan dapat memicu komplikasi serius pada organ target, termasuk ginjal, jantung, dan pembuluh darah.
Kondisi ini bisa berkembang diam-diam karena hipertensi sering disebut sebagai silent killer, yaitu penyakit yang tidak menimbulkan tanda awal tetapi perlahan merusak tubuh.
Puskesmas Damai melalui program edukasi dan pemeriksaan rutin menekankan pentingnya kontrol tekanan darah berkala.
Pasien hipertensi diajarkan untuk disiplin minum obat, menjaga pola makan rendah garam, dan rutin berolahraga.
Langkah-langkah ini menjadi pencegahan utama agar hipertensi tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat.
dr. Sabda menambahkan bahwa keluarga juga perlu terlibat dalam upaya pencegahan.
“Kalau ada anggota keluarga yang hipertensi, sebaiknya orang di sekitar ikut peduli. Bisa saling mengingatkan untuk kontrol rutin dan menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.
Dengan strategi deteksi dini, pengobatan teratur, dan perubahan perilaku hidup, Puskesmas Damai berharap masyarakat dapat terhindar dari komplikasi hipertensi yang berpotensi mengancam organ vital.
Edukasi berkelanjutan menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran bahwa hipertensi bukan penyakit sepele, melainkan kondisi serius yang memerlukan perhatian sejak awal. (*/ADV/jan)














