BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Komplikasi diabetes menjadi ancaman serius bagi pasien yang tidak menjaga pola hidup sehat dan disiplin menjalani pengobatan.
Puskesmas Damai menekankan pentingnya edukasi, kontrol rutin, dan perubahan gaya hidup untuk mencegah dampak serius penyakit tidak menular ini.
dr. Muhammad Sabda Rahmat Zulkifli, Dokter Umum Puskesmas Damai, menjelaskan bahwa komplikasi diabetes muncul ketika gula darah pasien tidak terkontrol dengan baik.
“Komplikasi itu tanda bahwa pengobatan sudah tidak berjalan optimal. Bisa terjadi karena pasien tidak rajin berobat atau tidak kontrol gula darah secara rutin,” ujarnya, Sabtu 15 November 2025.
Ia menegaskan bahwa pencegahan komplikasi dimulai dari langkah sederhana, olahraga dan pengaturan pola makan.
Aktivitas fisik minimal 30 menit per hari dapat meningkatkan sensitivitas insulin tubuh, sehingga gula darah lebih stabil.
Bagi pasien yang mengalami obesitas, pengurangan berat badan menjadi kunci utama.
“Kalau sudah masuk kategori gizi lebih atau obesitas, segera turunkan berat badan. Kalau sulit, minimal tetap olahraga rutin,” jelasnya.
Selain itu, dr. Sabda mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif terhadap asupan gula.
Minuman manis atau makanan siap saji mengandung kadar gula yang jauh melebihi kebutuhan tubuh.
“Kadar gula dalam darah idealnya di bawah 200 mg/dL. Jika kita minum minuman manis banyak-banyak dan tidak olahraga, tubuh bekerja habis-habisan, risiko komplikasi pun meningkat,” katanya.
Komplikasi diabetes dapat menyerang berbagai organ penting, mulai dari ginjal, saraf, mata, hingga jantung.
Oleh karena itu, pencegahan dini melalui kontrol rutin menjadi langkah vital.
Puskesmas Damai melalui program Prolanis rutin memantau kondisi pasien, mengevaluasi kepatuhan pengobatan, dan memberikan arahan gaya hidup sehat agar risiko komplikasi dapat ditekan.
dr. Sabda menekankan bahwa edukasi bukan hanya untuk pasien diabetes, tetapi juga keluarga.
Pola hidup sehat yang diterapkan bersama-sama membantu mencegah penyakit menurun antargenerasi sekaligus meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. (*/ADV/jan)














