BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kini tengah meninjau ulang pendekatan mereka dalam menangani masalah stunting yang masih cukup mencemaskan.
Meski sejumlah program edukasi telah digelar secara rutin, angka kasus stunting belum menunjukkan penurunan signifikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati, menyebut bahwa berbagai upaya seperti penyuluhan gizi, pelatihan bagi ibu hamil dan menyusui, hingga edukasi seputar pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) telah dijalankan. Namun, hasil di lapangan menunjukkan tantangan masih besar.
“Sudah banyak program yang kami gulirkan, dari kelas-kelas untuk ibu hamil hingga pelatihan pengasuhan balita. Tapi faktanya, stunting tetap ditemukan di lapangan,” ungkap Alwiati, Kamis 7 Agustus 2025.
Survei terbaru mencatat, sekitar 24,48 persen dari total 107 ribu anak yang menjadi responden menunjukkan gejala stunting. Meski angka tersebut diambil dari sampel dan bukan keseluruhan populasi balita, tren ini dianggap mewakili situasi nyata di lapangan.
“Kalau dihitung-hitung, artinya satu dari empat anak di Balikpapan mengalami stunting. Ini menjadi perhatian serius bagi kami. Kami ingin mencari pola yang paling efektif untuk menanganinya,” tambahnya.
Salah satu persoalan krusial adalah minimnya partisipasi warga dalam kegiatan posyandu. Saat ini, angka kunjungan ke posyandu hanya mencapai satu persen, jauh dari ideal.
“Banyak orang tua belum menyadari pentingnya posyandu. Di sana kami bisa memantau tumbuh kembang anak secara berkala. Kalau mereka tidak datang, bagaimana kita bisa tahu kondisi anak mereka?” katanya.
Sebagai alternatif, Dinas Kesehatan mulai mempertimbangkan pendekatan yang lebih personal, kunjungan langsung ke rumah warga. Menurut Alwiati, ini bisa menjadi solusi untuk menjangkau kelompok yang paling rentan.
“Kalau perlu, petugas turun langsung. Kita seleksi dulu anak-anak yang paling berisiko, lalu berikan intervensi secara langsung di lingkungan mereka,” tutupnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi terobosan dalam menurunkan angka stunting di Balikpapan secara lebih terarah dan menyentuh akar permasalahan. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)














