BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan terus mengupayakan langkah-langkah strategis dalam menekan angka stunting.
Melalui program deteksi dini dan pelatihan bagi kader kesehatan, Dinkes menargetkan peningkatan kesehatan ibu hamil dan balita guna mencegah gangguan pertumbuhan pada anak sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Alwiati, mengungkapkan bahwa salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pemeriksaan USG bagi ibu hamil. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau kondisi janin dan mendeteksi potensi masalah sejak awal.
“Kami melaksanakan deteksi dini melalui pemeriksaan USG minimal dua kali selama masa kehamilan. Dengan cara ini, kami dapat memastikan perkembangan bayi dalam kandungan berjalan dengan baik,” ujar Alwiati, Sabtu 8 Maret 2025.
Pemeriksaan ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dini terhadap berbagai faktor yang bisa menyebabkan stunting, seperti kurangnya asupan gizi selama kehamilan atau adanya gangguan kesehatan pada ibu dan janin.
Selain pemeriksaan ibu hamil, Dinkes Balikpapan juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, terutama mengenai pemberian makanan sehat bagi balita.
Oleh karena itu, pelatihan kader kesehatan menjadi fokus utama dalam meningkatkan pemahaman tentang Makanan Pendamping ASI (MPASI).
“Kami membekali kader kesehatan dengan pengetahuan yang cukup agar mereka dapat memberikan edukasi kepada ibu hamil dan orang tua balita tentang pentingnya MPASI yang bergizi,” lanjut Alwiati.
Pelatihan ini menitikberatkan pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), masa paling krusial bagi perkembangan anak. Dengan edukasi yang lebih baik, diharapkan para orang tua dapat memberikan asupan gizi yang seimbang guna mencegah risiko stunting.
Selain pelatihan, Dinkes juga memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan ibu dan anak.
“Kami memastikan Posyandu semakin optimal dalam memberikan layanan pemantauan pertumbuhan dan gizi anak agar intervensi dapat dilakukan lebih cepat,” tambahnya.
Meski angka stunting tahun 2024 masih dalam tahap verifikasi oleh Kementerian Kesehatan, Alwiati optimis berbagai program yang dijalankan akan berdampak positif.
“Kami terus melakukan evaluasi agar program ini benar-benar efektif dalam menekan angka stunting,” tuturnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, angka stunting di Balikpapan sempat mengalami peningkatan.
Namun, dengan penguatan deteksi dini, edukasi gizi, serta optimalisasi layanan kesehatan, Dinas Kesehatan berharap dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan siap menghadapi masa depan. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan/jan)














