BALIKPAPAN, Seputarkata.com – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan komitmennya untuk menjalin sinergi dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subiyanto demi mendorong implementasi program-program prioritas yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sinergi ini diharapkan dapat membawa berbagai dampak positif khususnya bagi Balikpapan, kota yang berada di garda depan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Alwi mengakui bahwa ia belum mengetahui seluruh rincian program dari Presiden Prabowo yang berfokus pada pembangunan daerah, namun ia meyakini bahwa beberapa program utama presiden memiliki fokus pada kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Meski belum melihat program lengkapnya, yang jelas Presiden Prabowo menyiapkan program-program yang menyentuh langsung ke masyarakat,” ujarnya pada Sabtu, 27 Oktober 2024.
Prabowo, bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, membawa 17 program prioritas yang disiapkan untuk lima tahun ke depan.
Salah satu program yang telah ramai dibicarakan publik adalah inisiatif makan siang gratis untuk anak-anak. Program ini merupakan bagian dari rencana yang lebih besar di bidang kesetaraan gender, perlindungan hak perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
Fokus utama dari inisiatif ini adalah memastikan kesejahteraan dan kecukupan gizi bagi anak-anak Indonesia, yang dianggap sebagai elemen penting dalam mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Menurut Alwi, program makan siang gratis ini telah tercantum dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2025 dengan nilai yang cukup besar, yakni sekitar Rp71 triliun.
“Meskipun mekanisme pelaksanaan program ini belum sepenuhnya jelas dan masih perlu waktu untuk menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat, kami di DPRD siap mendukung langkah-langkah implementasi jika anggaran tersebut dialokasikan ke daerah, termasuk Balikpapan,” tambahnya.
Dalam rangka menyukseskan program ini, Alwi menekankan pentingnya dukungan dari APBN mengingat APBD Balikpapan sendiri masih terbatas dan cenderung cukup untuk kebutuhan-kebutuhan dasar.
Keberadaan APBN dianggap sangat esensial guna memastikan realisasi program makan siang gratis dan beberapa inisiatif lainnya yang dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat Balikpapan.
Sebagai kota yang terdekat dengan lokasi pembangunan IKN, Balikpapan dipastikan akan terkena dampak langsung dari proyek pembangunan nasional tersebut.
Alwi menyebutkan bahwa keberadaan IKN telah membawa sisi positif berupa pertumbuhan ekonomi di Balikpapan, namun sisi negatif seperti kemacetan dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur juga mulai terasa.
“Dalam konteks pertumbuhan ini, pembangunan infrastruktur seperti jalan layang sangat mendesak untuk mengatasi kemacetan. Namun, kebutuhan ini juga memerlukan dukungan dari APBN karena pendanaan melalui APBD tidak akan mencukupi,” jelas Alwi.
Dalam waktu dekat, DPRD Balikpapan bersama Pemerintah Kota akan mempersiapkan rencana pertemuan dengan kabinet baru untuk mendiskusikan berbagai prioritas pembangunan di Balikpapan.
Alwi berharap, dalam pertemuan tersebut, DPRD Balikpapan bisa mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat mengingat peran strategis kota ini sebagai pintu gerbang IKN.
Pertemuan ini direncanakan akan berlangsung dalam 100 hari pertama masa kerja Presiden Prabowo dan kabinetnya.
Alwi optimis bahwa dengan terjalinnya kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, Balikpapan akan dapat lebih maksimal dalam mendukung pembangunan IKN sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)














