PENAJAM, Seputarkata.com – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat komitmennya dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem dengan kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk tahun 2024.
Dinas Sosial (Dinsos) PPU memandang langkah ini sebagai upaya strategis untuk mempertahankan keberhasilan yang telah diraih dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas Sosial PPU, Saidin, menyatakan bahwa jumlah warga yang tergolong miskin ekstrem di PPU mengalami penurunan drastis.
“Pada bulan Juni lalu, hanya 39 jiwa yang tercatat sebagai warga miskin ekstrem, menurun drastis dari 425 jiwa pada tahun 2023,” jelasnya, Kamis, 17 September 2024.
Penurunan angka kemiskinan ekstrem tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan program yang ada, tetapi juga menunjukkan pentingnya kesinambungan dalam pemberian bantuan.
Meskipun angkanya telah jauh berkurang, Saidin menegaskan bahwa penghentian program bantuan bukanlah pilihan, karena berisiko mengembalikan warga yang sudah keluar dari kategori miskin ekstrem ke dalam kondisi sulit.
“Jika bantuan ini dihentikan, mereka yang sudah terangkat dari kemiskinan ekstrem bisa saja kembali terpuruk. Oleh karena itu, kami berharap pengalokasian anggaran ini dapat menjaga kondisi masyarakat agar tidak jatuh lagi ke dalam kemiskinan ekstrem, sekaligus memastikan bantuan terus menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.
Bantuan yang diberikan oleh Dinsos PPU berupa uang tunai sebesar Rp200 ribu per bulan untuk setiap anggota keluarga miskin ekstrem. Meskipun jumlahnya mungkin terlihat tidak besar, bantuan ini terbukti vital dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga yang rentan.
“Melalui bantuan tunai ini, kami berharap dapat membantu keluarga miskin ekstrem untuk tetap bertahan dalam kondisi ekonomi yang sulit. Bantuan tersebut menjadi jaring pengaman yang sangat penting bagi mereka,” tambah Saidin.
Keberlanjutan program ini tidak hanya menandakan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani kemiskinan ekstrem, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari upaya kolaboratif untuk menciptakan kesejahteraan sosial di PPU.
Melalui alokasi anggaran yang tepat sasaran dan berkelanjutan, program ini diharapkan dapat terus menekan angka kemiskinan ekstrem serta menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengatasi masalah serupa.
“Pengalokasian anggaran ini adalah bukti bahwa pemerintah tidak pernah berhenti berupaya. Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” tutup Saidin, menggambarkan harapan besar dari program ini. (*/ADV/DiskominfoPPU/jan)














