PENAJAM, Seputarkata.com – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Kali ini, melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip), PPU berhasil meraih juara kedua dalam Anugerah Arsiparis Teladan 2024 di Kalimantan Timur.
Prestasi ini diraih oleh Achmad Zaenuri, seorang arsiparis yang mewakili Dispusip PPU dalam ajang bergengsi tersebut, yang diikuti oleh perwakilan dari 10 kabupaten dan kota.
Bagi Kepala Dispusip PPU, Muhammad Yusuf Basra, kemenangan ini bukan sekadar penghargaan, melainkan bukti bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kearsipan di PPU terus berkembang.
Menurut Yusuf, ajang ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi di bidang kearsipan, yang merupakan sektor penting dalam tata kelola administrasi negara.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian Achmad Zaenuri yang berhasil meraih juara II Anugerah Arsiparis Teladan Kaltim 2024. Ini adalah pengakuan atas kerja keras dan komitmen kami dalam mengembangkan SDM di bidang kearsipan,” ungkap Yusuf dengan penuh rasa bangga pada Rabu, 16 Oktober 2024.
Namun, di balik prestasi tersebut, Yusuf menyoroti tantangan besar yang dihadapi PPU dalam pengelolaan kearsipan.
Kabupaten ini masih kekurangan tenaga arsiparis, meskipun peran mereka sangat krusial dalam menyimpan dan mengelola dokumen-dokumen penting yang menjadi bukti sejarah.
Saat ini, PPU hanya memiliki 9 arsiparis, tersebar di berbagai instansi, dengan 3 orang di Sekretariat Kabupaten, 1 orang di RSUD Ratu Aji Putri Botung, dan 5 orang di Dispusip.
“Jumlah ini jauh dari memadai. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) seharusnya memiliki arsiparis yang khusus menangani kearsipan. Arsiparis bertugas menjaga jejak sejarah melalui dokumen, dan ini adalah tugas yang sangat penting,” jelas Yusuf.
Kondisi ini memunculkan kebutuhan mendesak akan peningkatan jumlah arsiparis di PPU. Arsip tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga sebagai bukti sejarah yang memiliki nilai penting dalam proses pengambilan keputusan di masa depan.
Sayangnya, kesadaran akan pentingnya arsiparis belum sepenuhnya mengakar di kalangan aparatur pemerintah daerah.
Prestasi yang diraih Achmad Zaenuri diharapkan dapat menjadi pendorong semangat bagi ASN lainnya untuk menekuni bidang kearsipan.
Melalui anugerah tersebut, Yusuf berharap semakin banyak aparatur pemerintah yang menyadari pentingnya peran arsiparis dan tertarik untuk berkontribusi dalam bidang ini.
Dispusip PPU berkomitmen untuk mengatasi kekurangan tenaga arsiparis melalui serangkaian pelatihan dan pembinaan.
Menurut Yusuf, dengan jumlah arsiparis yang memadai, kualitas pengelolaan arsip di PPU dapat ditingkatkan, sehingga pelayanan administrasi semakin efisien dan terstruktur.
“Sebagai dinas yang bertanggung jawab, kami berencana untuk melakukan pelatihan intensif dan pembinaan berkelanjutan. Harapannya, jumlah arsiparis di PPU akan bertambah, sehingga setiap OPD memiliki arsiparis yang kompeten,” ujar Yusuf.
Dengan adanya prestasi ini, Kabupaten Penajam Paser Utara tengah mengarahkan pandangannya ke masa depan pengelolaan arsip yang lebih baik.
Pengakuan terhadap Achmad Zaenuri bukan hanya penghargaan personal, tetapi juga langkah awal bagi PPU untuk memperkuat tata kelola administrasi yang lebih profesional dan historis.
Di tengah tantangan kekurangan tenaga arsiparis, semangat untuk terus berkembang tak pernah pudar. Dispusip PPU optimistis bahwa dengan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas SDM, PPU akan menjadi daerah dengan pengelolaan arsip yang handal dan terdepan di Kalimantan Timur.
Dengan demikian, kemenangan Achmad Zaenuri bukan sekadar prestasi individu, tetapi sebuah harapan baru untuk masa depan kearsipan di PPU.
Pengelolaan arsip yang baik akan memastikan bahwa setiap jejak sejarah terjaga, mendukung transparansi dan efektivitas pemerintahan, serta menjadi dasar bagi keputusan-keputusan penting di masa mendatang. (*/ADV/DiskominfoPPU/jan)














