SAMARINDA, Seputarkata.com – Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan gender merupakan isu yang basis dalam pembangunan dan berhasil jika inklusif atau menyasar ke semua pihak, terutama keterlibatan kaum perempuan.
“Kita dalam melaksanakan pembangunan tidak boleh ada yang tertinggal (kaum perempuan),” kata Sri Wahyuni dalam Parade Gender 2024, di Ruang Ruhui Rahayu, Selasa (7/5/2025).
Salah satunya, Parade Gender 2024 didorong inisiatif-inisiatif kaum perempuan untuk maju dan menciptakan lapangan kerja, serta kreatifitas dalam berbagai bidang.
Kaltim saat ini, sebut Sekda Sri, sudah mempunyai 35 gender championship, terdiri tahun 2022 sebanyak 20 orang, tahun 2023 (10 orang) dan tahun 2024 (15 orang).
Bahkan 35 gender championship, ungkap Sri, nantinya akan dibuatkan profiling dan bukunya.
Selain itu, akan difasilitasi agar mereka yang memiliki bidang usaha mendapatkan pendampingan khusus sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada kaum perempuan.
“Bagi mereka yang sudah berkontribusi dan mendarmabaktikan diri menjadi pejuang-pejuang di lingkungannya,” tandasnya.
Sri Wahyuni harap kaum perempuan bisa meningkatkan unit usaha yang profesional, terdaftar dan berstandar, serta punya karyawan dan manajemen.
“Kita akan berikan pendampingan dalam upaya memajukan usaha yang dimiliki,” ujarnya.
Melalui Disperindagkop dan UKM, Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan pendampingan agar berstandar dan memiliki sertifikasi halal.
Juga pembinaan manajemen sampai naik kelas, termasuk bantuan peralatan usaha.
“Kita punya program dan akan dialokasikan pada APBD perubahan,” pungkasnya. (*)














